Jakarta (ANTARA) - Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) dr. Adib Khumaidi SpOT mengatakan bagi muslim yang berpuasa tetap bisa menjalankan aktivitas seperti biasa asalkan istirahat yang cukup agar tetap mendapatkan manfaat sehat dari puasa untuk tubuh.

"Kita harus bisa mengelola istirahat kita yang cukup, jadi istirahat yang cukup itu jadi satu bagian kita untuk benar-benar bisa mendapatkan sehat yang sebenarnya pada saat kita menjalankan ibadah puasa," ucap Adib saat ditemui di Jakarta, Jumat (24/3).

Hal itu karena pada saat bulan Ramadhan, banyak aktivitas fisik yang dilakukan di malam hari seperti shalat tarawih, dan bangun di sepertiga malam untuk melakukan shalat sunnah atau bersahur.

Karena kegiatan itu maka umat Islam harus bisa mengelola istirahatnya dengan baik agar tetap bisa melakukan kegiatan sehari-hari tanpa mengurangi manfaat puasa itu sendiri.

Baca juga: Pakar: Oralit bukan untuk mencegah dehidrasi

Selain itu, ia juga mengingatkan untuk tetap mengontrol porsi makan di jam berbuka maupun sahur, serta tetap terapkan diet gizi seimbang untuk menjaga metabolisme agar tubuh tetap sehat dan tidak terkena penyakit seperti kolesterol dan gula.

"Secara hormonal sebenarnya puasa 12 jam itu akan mengontrol yang namanya hormon insulin, di situlah sebenarnya nanti kita mengelola gizi di dalam metabolisme dalam tubuh kita, sehingga kemudian kita tidak akan yang namanya mudah kolesterol, gula dan sebagainya bisa terkontrol dengan baik pada saat kita puasa," jelas Adib.

Disamping itu, Adib juga menyarankan untuk tetap melakukan aktivitas olahraga kecil agar tubuh tetap bugar dan tidak mudah lemas saat menjalankan puasa.

Ia sarankan untuk berolahraga pada jam setelah sahur atau shalat subuh, dan sore menjelang berbuka.

"Jadi jangan olahraga pada saat di siang hari, aktivitas olahraga tetap kita lakukan tapi pada waktu pasca sahur atau menjelang berbuka," saran dia.

Baca juga: Ketua MPR minta menpan RB instruksikan ASN patuhi edaran presiden

Terkait dengan beredarnya kabar bahwa dengan konsumsi oralit dapat menunda lapar dan mengganti cairan tubuh, ia meluruskan bahwa IDI tidak mewajibkan masyarakat minum oralit sebagai kebutuhan.

Ia tegaskan bahwa saat berpuasa tubuh tidak akan banyak kehilangan cairan jika mengonsumsi cukup air dan makan makanan bergizi pada saat berbuka ataupun sahur dalam jumlah sesuai kebutuhan.

"Jadi tidak perlu ada kekhawatiran kita kehilangan cairan, tapi kalaupun ada orang minum oralit sah-sah saja artinya boleh dan bagus, tapi bukan berarti kita menganjurkan itu sebuah kebutuhan bahwa harus minum oralit," tegasnya.
 

Pewarta : Fitra Ashari
Uploader : Admin Kalteng
Copyright © ANTARA 2024