Manipulasi Daihatsu tak berpengaruh pada penjualan Toyota di Indonesia
Jumat, 5 Mei 2023 8:46 WIB
Jejeran kendaraan dari Daihatsu. ANTARA/HO-Daihatsu Indonesia/am.
Jakarta (ANTARA) - PT Toyota Astra Motor (TAM) meyakini bahwa manipulasi yang dilakukan oleh Daihatsu mengenai hasil uji coba tabrak samping, tidak akan memengaruhi penjualan Toyota di Indonesia.
"Ga ada pengaruh ke supply or sales activity," kata Direktur Pemasaran PT Toyota Astra Motor (TAM), Anton Jimmi Suwandy kepada ANTARA, Kamis (5/5).
Pihak dari Toyota Indonesia, memang telah mengetahui informasi mengenai isu soal sertifikasi di beberapa model termasuk di brand Toyota itu sendiri.
Meski begitu, pihaknya menyatakan bahwa kendaraan-kendaraan yang disediakan untuk pasar domestik tidak memiliki keterkaitan dari hasil uji coba yang dilakukan oleh Daihatsu global beberapa waktu yang lalu.
"Sejauh kami berkoordinasi dengan principal karena hal ini terkait sertifikasi, maka unit unit yang dipasarkan di Indonesia tidak terlibat ya. Di mana untuk domestik Indonesia khususnya terkait unit-unit yang diinformasikan (bersama dengan model lain) kami di TAM pastikan sudah dihomologasi untuk dapat izin dipasarkan oleh pemerintah Indonesia," kata Anton.
Baca juga: Daihatsu akui manipulasi 88.000 data uji tabrak samping untuk Toyota
Sebagai pemimpin penjualan di Indonesia, pihak TAM cukup percaya diri dengan adanya kejadian ini tidak akan berpengaruh kepada penjualan kendaraan-kendaraan mereka di tanah air.
Hal itu dibuktikannya dengan memberikan catatan positif yang dilakukan oleh kendaraan terbaru mereka yakni, Toyota Agya yang sudah memiliki Surat Pemesanan Kendaraan (SPK) sebanyak 3.500 unit baik untuk LCGC dan juga GR Sport.
"Kami pastikan Supply ke dealer juga aman, kami sudah targetkan masuk bulan ini ada di level 4.300 an, sebagian sebanyak 2.700 an sudah terkirim ke konsumen secara ritel sampai ke akhir bulan lalu," ucap dia.
Saat dikonfirmasi melalui pesan singkat elektronik, Marketing Director dan Director Corporate Planning & Communication Astra Daihatsu Motor (ADM) Sri Agung Handayani juga menyatakan hal serupa bahwa berbagai kendaraan Diahatsu yang ada di Indonesia tidak memiliki keterlibatan dengan apa yang dilakukan oleh Daihatsu global.
Baca juga: Daihatsu catatkan kuartal I yang baik berkat tiga model unggulan
"Terkait dengan pertanyaannya, untuk Daihatsu yang dipasarkan di Indonesia tidak terdampak terhadap masalah ini. Jadi pelanggan tetap dapat menggunakan kendaraan Daihatsu dengan aman dan nyaman," kata dia.
Beberapa waktu yang lalu Daihatsu mengakui telah memanipulasi sekitar 88.000 data hasil uji tabrak samping terhadap beberapa model yang dibuat untuk perusahaan induknya yakni Toyota Motor Corp.
Daihatsu membenarkan hal itu bahwa dalam uji tabrak tersebut terdapat bagian yang tidak layak terutama pada bagian pintu depan. Daihatsu juga meyakini terdapat pelanggaran prosedur dan metode pengujian tabrakan samping, sehingga mereka terus menyelidiki masalah tersebut.
"Ga ada pengaruh ke supply or sales activity," kata Direktur Pemasaran PT Toyota Astra Motor (TAM), Anton Jimmi Suwandy kepada ANTARA, Kamis (5/5).
Pihak dari Toyota Indonesia, memang telah mengetahui informasi mengenai isu soal sertifikasi di beberapa model termasuk di brand Toyota itu sendiri.
Meski begitu, pihaknya menyatakan bahwa kendaraan-kendaraan yang disediakan untuk pasar domestik tidak memiliki keterkaitan dari hasil uji coba yang dilakukan oleh Daihatsu global beberapa waktu yang lalu.
"Sejauh kami berkoordinasi dengan principal karena hal ini terkait sertifikasi, maka unit unit yang dipasarkan di Indonesia tidak terlibat ya. Di mana untuk domestik Indonesia khususnya terkait unit-unit yang diinformasikan (bersama dengan model lain) kami di TAM pastikan sudah dihomologasi untuk dapat izin dipasarkan oleh pemerintah Indonesia," kata Anton.
Baca juga: Daihatsu akui manipulasi 88.000 data uji tabrak samping untuk Toyota
Sebagai pemimpin penjualan di Indonesia, pihak TAM cukup percaya diri dengan adanya kejadian ini tidak akan berpengaruh kepada penjualan kendaraan-kendaraan mereka di tanah air.
Hal itu dibuktikannya dengan memberikan catatan positif yang dilakukan oleh kendaraan terbaru mereka yakni, Toyota Agya yang sudah memiliki Surat Pemesanan Kendaraan (SPK) sebanyak 3.500 unit baik untuk LCGC dan juga GR Sport.
"Kami pastikan Supply ke dealer juga aman, kami sudah targetkan masuk bulan ini ada di level 4.300 an, sebagian sebanyak 2.700 an sudah terkirim ke konsumen secara ritel sampai ke akhir bulan lalu," ucap dia.
Saat dikonfirmasi melalui pesan singkat elektronik, Marketing Director dan Director Corporate Planning & Communication Astra Daihatsu Motor (ADM) Sri Agung Handayani juga menyatakan hal serupa bahwa berbagai kendaraan Diahatsu yang ada di Indonesia tidak memiliki keterlibatan dengan apa yang dilakukan oleh Daihatsu global.
Baca juga: Daihatsu catatkan kuartal I yang baik berkat tiga model unggulan
"Terkait dengan pertanyaannya, untuk Daihatsu yang dipasarkan di Indonesia tidak terdampak terhadap masalah ini. Jadi pelanggan tetap dapat menggunakan kendaraan Daihatsu dengan aman dan nyaman," kata dia.
Beberapa waktu yang lalu Daihatsu mengakui telah memanipulasi sekitar 88.000 data hasil uji tabrak samping terhadap beberapa model yang dibuat untuk perusahaan induknya yakni Toyota Motor Corp.
Daihatsu membenarkan hal itu bahwa dalam uji tabrak tersebut terdapat bagian yang tidak layak terutama pada bagian pintu depan. Daihatsu juga meyakini terdapat pelanggaran prosedur dan metode pengujian tabrakan samping, sehingga mereka terus menyelidiki masalah tersebut.
Pewarta : Chairul Rohman
Editor : Admin Kalteng
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Diduga terlibat manipulasi pajak, eks Dirjen Pajak jalani pemeriksaan Kejagung
26 November 2025 14:43 WIB
Temuan manipulasi takaran Minyakita sekitar 13 ton di Kabupaten Tangerang
12 March 2025 15:55 WIB, 2025
BI hadirkan PeKA cegah pengeruk uang nasabah beraksi di dunia maya
04 September 2023 23:15 WIB, 2023
Hakim Pengadilan Negeri dilaporkan ke MA dan KY terkait dugaan manipulasi
11 May 2021 17:37 WIB, 2021
Terpopuler - Teknologi
Lihat Juga
Kemkomdigi umumkan tiga operator seluler ikuti lelang frekuensi 700 MHz dan 26 GHz
06 May 2026 18:13 WIB