Sampit (ANTARA) - Bupati Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah Halikinnor meminta para damang kepala adat menjalankan tugas dan tanggung jawab lebih optimal dalam membantu menyelesaikan permasalahan yang ada di tengah masyarakat, khususnya terkait adat istiadat. 

"Para damang diminta memberikan pelayanan penyelesaian permasalahan di tengah masyarakat yang berkaitan dengan pelaksanaan hukum adat dan perdamaian adat sesuai dengan hukum adat Dayak yang berlaku," kata Halikinnor di Kuala Kuayan, Sabtu. 

Harapan itu disampaikan Halikinnor saat melantik Ajai Binti sebagai Damang Kepala Adat Kecamatan Mentaya Hulu. Acara dihadiri Ketua DPRD Rinie, Sekretaris Daerah Fajrurrahman, Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kotawaringin Timur, Rihel serta Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan Mentaya Hulu. 

Pelantikan ini sempat tertunda karena sempat ada gugatan hasil pemilihan damang tersebut. Setelah melalui proses, akhirnya pelantikan bisa dilaksanakan. 

Menurut Halikinnor, seorang damang mempunyai peran strategis sebagai mitra pemerintah, khususnya kecamatan di wilayah kedamangannya dalam hal menangani permasalahan adat istiadat di kecamatan. 

Permasalahan yang muncul diharapkan bisa mediasi oleh damang merujuk pada hukum adat yang berorientasi pada perdamaian dan kekeluargaan. Tidak semua permasalahan harus dibawa ke ranah hukum positif karena akan lebih baik jika bisa diselesaikan secara kekeluargaan. 

Seorang damang dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya diharapkan selalu berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan, pemerintah desa dan lembaga-lembaga lainnya, sesuai dengan hirarki dari lembaga adat yang ada. 

Baca juga: Pertamina sikapi serius insiden BBM di SPBU tercampur air

Damang juga mempunyai peran dalam pembangunan moral di masyarakat yaitu dengan menegakkan budaya dan adat istiadat dalam pembangunan daerah. 

Saat ini lembaga kedamangan mantir adat dan lembaga adat lainnya mempunyai tugas yang sangat berat di tengah era globalisasi.  Pengaruh dari masuknya budaya asing ke Bumi Habaring Hurung bisa menimbulkan dampak negatif jika tidak diantisipasi. 

Pengaruh itu dapat dilihat dari mulai lunturnya nilai-nilai adat istiadat budaya, berkurangnya rasa solidaritas, budaya gotong royong, rasa kekeluargaan, saling tolong-menolong yang semakin tergerus oleh budaya luar. 

Halikinnor juga meminta lembaga adat yang ada di desa, kecamatan dan kabupaten agar turut serta dalam menjaga stabilitas dan kondusivitas keamanan di Kabupaten Kotawaringin Timur, khususnya menjelang Pemilihan Umum Serentak tahun 2024.

Selain itu Kotawaringin Timur juga akan menggelar pemilihan kepala desa pada 77 desa di 16 kecamatan sehingga sangat penting bagi semua untuk selalu menjaga situasi daerah agar aman dan kondusif.

"Saya mengimbau kepada seluruh masyarakat dan kita semua untuk selalu menjaga persaudaraan agar situasi daerah selalu kondusif dengan memahami falsafah Huma Betang yang bukan hanya sekadar dipahami dan dijadikan semboyan semata, tetapi harus betul-betul diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat," demikian Halikinnor. 

Baca juga: KPU Kotim kembalikan berkas pengajuan bacaleg Gerindra

Baca juga: PT Maju Aneka Sawit bantu kelistrikan dan pendidikan di Desa Hanjalipan

Baca juga: Demokrat pasang bacaleg muda incar suara kaum milenial di Kotim

Pewarta : Norjani
Editor : Muhammad Arif Hidayat
Copyright © ANTARA 2024