Palangka Raya (ANTARA) - PT PLN Nusantara Power Unit Pelaksana Pengendalian Pembangkitan (UPDK) Palangka Raya, Kalimantan Tengah memastikan keandalan pasokan listrik untuk daerah setempat terutama saat Hari Raya Idul Adha 1444 Hijriah.

"Kami berkomitmen menyediakan pasokan listrik aman dan prima menyambut Idul Adha 1444 Hijriah," kata Manajer UPDK Palangka Raya, Heni Setyo Handoko di Palangka Raya, Rabu.

Handoko menegaskan, pihaknya memaksimalkan operasional Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Bangkanai, agar masyarakat dapat dengan nyaman merayakan Idul Adha.

"Harapannya, khususnya masyarakat Kalimantan Tengah bisa beribadah dengan khusyuk dan menikmati momen berkumpul bersama keluarga dan kerabat,” tuturnya.

Dia pun memastikan pasokan listrik saat ini dalam kondisi aman untuk melayani kebutuhan masyarakat. Total daya mampu bersih pembangkit PLTMG Bangkanai mencapai 277 MW, dengan total beban puncak diperkirakan mencapai 157,2 MW saat Idul Adha.

Baca juga: Pemprov Kalteng siapkan Gerakan Pangan Murah hadapi Idul Adha, berikut lokasi kegiatannya

Pihaknya telah menyiapkan pasokan energi primer, yakni gas untuk pasokan ke PLTMG maupun stok bahan bakar minyak yang juga sudah dalam kondisi aman.

"Kami juga menyiagakan personel, dengan menerapkan sistem piket bagi petugas operasional selama 24 jam demi menjaga keandalan pasokan listrik," jelasnya.

Lebih lanjut dia menjelaskan, sebagai upaya memastikan pasokan listrik yang aman, pihaknya tak hanya memaksimalkan operasional pembangkit listrik, namun juga menyiapkan dari sisi engine diesel generator sebanyak dua unit sebagai bagian dari blackstart sistem.

"Dimana PLTMG Bangkanai merupakan pembangkit yang bisa melakukan energize sendiri tanpa harus mendapatkan backfeeding (listrik dari luar) apabila terjadi gangguan pada sistem interkoneksi," paparnya.

Disamping itu PLTMG Bangkanai juga dilengkapi fasilitas CNG Plant dengan kapasitas 5,2 MMSCF untuk menunjang kebutuhan peaker di sistem interkoneksi Kalimantan.

PLN juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap penggunaan alat elektronik saat ditinggalkan selama pelaksanaan salat maupun silaturahmi bersama keluarga dan kerabat.

"Sebaiknya cabut semua peralatan listrik yang tidak digunakan dan pastikan keamanan rumah untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan," tutupnya.

Baca juga: DTPHP Kalteng: Ketersediaan hewan kurban capai ribuan untuk penuhi kebutuhan masyarakat

Baca juga: Belasan tim berebut ratusan juta rupiah di Kejurnas Gubernur Cup Voli Kalteng

Baca juga: Kalimantan Tengah bersiap jadi penyangga IKN


Pewarta : Muhammad Arif Hidayat
Uploader : Admin 3
Copyright © ANTARA 2024