Palangka Raya (ANTARA) - Perusahaan Listrik Negara (PLN) Unit Induk Distribusi (UID) Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (Kalselteng) terus berupaya memulihkan gangguan sistem kelistrikan pada pengantar di Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kilo volt (Kv) yang menyebabkan listrik padam di sejumlah wilayah.

"Ada sembilan gardu induk di wilayah Kalselteng yang terdampak. Sampai pukul 11.30 WIB tadi empat gardu telah berhasil dinormalkan," kata Asman Komunikasi dan Manajemen Stakeholder PLN UID Kalselteng Vigor Eusidero Hindami saat dikonfirmasi dari Palangka Raya, Selasa.

Dia menambahkan, untuk lima gardu lainnya, saat ini tim teknis terus melakukan upaya penormalan kembali sistem kelistrikan di wilayah Kalselteng.

"Gangguan pada pengantar di SUTT 150 Kv ini terjadi di jalur Karang Koang-Karingan. Saat ini tim juga harus melakukan investigasi penyebab gangguan itu," jelas Vigor.

Pihaknya pun meminta maaf terkait gangguan yang menyebabkan ketidaknyamanan pelanggan. Dia juga berharap masyarakat selaku pelanggan listrik PLN dapat bersabar karena seluruh tim teknis terus berupaya melakukan penormalan.

"Demikian informasi yang dapat kami sampaikan, untuk perkembangan informasi selanjutnya akan kami sampaikan pada kesempatan pertama," katanya.

Baca juga: DPRD bangga dengan raihan prestasi atlet tinju Kapuas di Porprov XII

Gangguan kelistrikan tersebut juga berdampak pada matinya aliran listrik para pelanggan di sebagian wilayah Kota Palangka Raya. Gangguan ini dimulai pukul 10.00 WIB atau pukul 11.00 WITA.

Karena padamnya aliran listrik ini, sejumlah aktivitas masyarakat dan perkantoran di wilayah Kota Palangka Raya sedikit terganggu. Sejumlah pelaku usaha seperti jasa cuci atau laundry, rental komputer, jasa fotokopi dan usaha yang mengandalkan aliran listrik juga harus menghentikan sementara aktivitasnya.

Yulia salah satu pengusaha laundry di Palangka Raya mengaku harus menunggu listrik menyala untuk kembali menjalankan usahanya.

"Karena kalau mencuci kita pakai mesin, jadi sementara kita off dulu. Kalau kita paksakan memakai genset, arus yang dihasilkan tidak stabil dan ini bisa merusak mesin cuci," katanya.

Dia pun berharap, gangguan tersebut dapat segera diatasi PLN sehingga aliran listrik kembali normal dan usahanya pun dapat kembali dilanjutkan.

Baca juga: KONI Pulang Pisau: Pembinaan atlet lokal torehkan prestasi membanggakan

Baca juga: Mahfud MD: Pelaksanaan Pemilu 2024 sesuai jadwal

Baca juga: Momen Jokowi-dubes naik MRT


Pewarta : Rendhik Andika
Editor : Muhammad Arif Hidayat
Copyright © ANTARA 2024