AI chatbot Snapchat dinilai timbulkan risiko privasi bagi anak-anak
Minggu, 8 Oktober 2023 17:37 WIB
Snapchat logo is seen in this illustration taken July 28, 2022. REUTERS/Dado Ruvic/Illustration (REUTERS/DADO RUVIC)
Jakarta (ANTARA) - Snapchat mungkin gagal menilai dengan benar risiko privasi bagi anak-anak dari chatbot kecerdasan buatan (AI) miliknya, kata pengawas data Inggris pada Jumat.
Kantor Komisioner Informasi (ICO) mengatakan bahwa jika Snap, perusahaan asal Amerika Serikat, gagal mengatasi kekhawatiran yang diungkapkan oleh regulator dengan memadai, My AI yang diluncurkan pada April, bisa dilarang di Inggris.
"Temuan sementara dari penyelidikan kami menunjukkan kegagalan yang mengkhawatirkan oleh Snap untuk mengidentifikasi dan menilai risiko privasi bagi anak-anak dan pengguna lainnya sebelum meluncurkan My AI," kata Komisioner Informasi John Edwards, disiarkan Reuters, Sabtu (7/10).
Baca juga: Snap perluas "chatbot" AI dengan kemampuan membuat gambar
Penemuan itu tidak selalu berarti bahwa Snapchat, aplikasi pesan instan yang banyak digunakan oleh kaum muda, telah melanggar undang-undang perlindungan data Inggris atau bahwa ICO akan mengeluarkan perintah penegakan, kata regulator tersebut.
ICO akan mempertimbangkan tanggapan perusahaan tersebut sebelum membuat keputusan penegakan akhir.
Snap mengatakan bahwa mereka sedang meninjau pemberitahuan dari ICO dan bahwa mereka berkomitmen untuk privasi pengguna.
"My AI telah melalui proses tinjauan hukum dan privasi yang kuat sebelum tersedia untuk publik," kata juru bicara Snap.
"Kami akan terus bekerja secara konstruktif dengan ICO untuk memastikan bahwa mereka merasa nyaman dengan prosedur penilaian risiko kami," kata Snap.
Baca juga: Snapchat kerjakan chatbot AI yang ditenagai ChatGPT
ICO sedang menyelidiki bagaimana My AI memproses data pribadi dari sekitar 21 juta pengguna Snapchat di Inggris, termasuk anak-anak berusia 13-17 tahun.
My AI ditenagai oleh ChatGPT milik OpenAI, contoh AI generatif yang paling terkenal, yang sedang dipertimbangkan cara untuk mengaturnya di seluruh dunia mengingat kekhawatiran privasi dan keamanan.
Platform media sosial, termasuk Snapchat, mengharuskan pengguna berusia 13 tahun ke atas, tetapi mereka belum sepenuhnya berhasil dalam menghalau anak-anak dari platform mereka.
Kantor Komisioner Informasi (ICO) mengatakan bahwa jika Snap, perusahaan asal Amerika Serikat, gagal mengatasi kekhawatiran yang diungkapkan oleh regulator dengan memadai, My AI yang diluncurkan pada April, bisa dilarang di Inggris.
"Temuan sementara dari penyelidikan kami menunjukkan kegagalan yang mengkhawatirkan oleh Snap untuk mengidentifikasi dan menilai risiko privasi bagi anak-anak dan pengguna lainnya sebelum meluncurkan My AI," kata Komisioner Informasi John Edwards, disiarkan Reuters, Sabtu (7/10).
Baca juga: Snap perluas "chatbot" AI dengan kemampuan membuat gambar
Penemuan itu tidak selalu berarti bahwa Snapchat, aplikasi pesan instan yang banyak digunakan oleh kaum muda, telah melanggar undang-undang perlindungan data Inggris atau bahwa ICO akan mengeluarkan perintah penegakan, kata regulator tersebut.
ICO akan mempertimbangkan tanggapan perusahaan tersebut sebelum membuat keputusan penegakan akhir.
Snap mengatakan bahwa mereka sedang meninjau pemberitahuan dari ICO dan bahwa mereka berkomitmen untuk privasi pengguna.
"My AI telah melalui proses tinjauan hukum dan privasi yang kuat sebelum tersedia untuk publik," kata juru bicara Snap.
"Kami akan terus bekerja secara konstruktif dengan ICO untuk memastikan bahwa mereka merasa nyaman dengan prosedur penilaian risiko kami," kata Snap.
Baca juga: Snapchat kerjakan chatbot AI yang ditenagai ChatGPT
ICO sedang menyelidiki bagaimana My AI memproses data pribadi dari sekitar 21 juta pengguna Snapchat di Inggris, termasuk anak-anak berusia 13-17 tahun.
My AI ditenagai oleh ChatGPT milik OpenAI, contoh AI generatif yang paling terkenal, yang sedang dipertimbangkan cara untuk mengaturnya di seluruh dunia mengingat kekhawatiran privasi dan keamanan.
Platform media sosial, termasuk Snapchat, mengharuskan pengguna berusia 13 tahun ke atas, tetapi mereka belum sepenuhnya berhasil dalam menghalau anak-anak dari platform mereka.
Pewarta : Fathur Rochman
Editor : Admin Kalteng
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
India minta X perbaiki chatbot Grok menyusul penyebaran konten tak senonoh
03 January 2026 22:42 WIB
Kini kreator Instagram bisa berinteraksi dengan penggemar lewat chatbot AI
30 July 2024 12:34 WIB, 2024
Terpopuler - Teknologi
Lihat Juga
Nothing Phone 4a ungkap bocoran kapasitas memori dan pilihan warna terbaru
13 February 2026 20:38 WIB
Threads hadirkan fitur Dear Algo guna mempermudah pengaturan algoritma konten
12 February 2026 16:37 WIB
Mudik 2026 bakal lebih teratur melalui integrasi data Google dan Korlantas
12 February 2026 16:34 WIB