Tamiang Layang (ANTARA) - Penjabat Bupati Barito Timur, Kalimantan Tengah, Indra Gunawan meminta Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) setempat melakukan identifikasi permasalahan stunting atau gagal tumbuh di desa-desa.

“Jadi perlu didata dan identifikasi terlebih dahulu ke desa-desa sehingga akar permasalahan diketahui,” kata Penjabat Bupati Barito Timur, Indra Gunawan di Tamiang Layang, Kamis.

Menurutnya, dengan diketahuinya sumber masalah stunting di desa-desa. Selanjutnya, perlu ditindaklanjuti dengan penyusunan program yang sesuai dengan akar masalah stunting yang akan dilaksanakan di desa-desa tersebut.

Indra mencontohkan pendataan ibu hamil di desa-desa. Kemudian ditindaklanjuti dengan pendataan berapa kali memeriksa kandungan. Ini perlu dikawal untuk mendapatkan data akurat.

Kemudian, tambahnya, jika ibu hamil jarang atau tidak pernah memeriksa kehamilan maka TPPS melakukan identifikasi permasalahan yang dihadapi ibu hamil, sehingga pemerintah daerah hadir dengan mengambil langkah solutif.

Baca juga: KPU Bartim terima 1.404 bilik suara untuk Pemilu 2024

"Tanyakan berapa kali memeriksakan kandungannya ke bidan. Jika kita mengetahui permasalahannya seperti hanya tiga kali dalam 9 bulan, datangi dan tanyakan untuk mengetahui apa permasalahannya," kata Indra.

Pria yang juga menjabat sebagai Sekretaris Ditjen Bina Adwil (Sesditjen Adwil), Indra Gunawan menambahkan, jika masalahnya jalan menuju puskesmas yang jauh jauh atau di desa tersebut tidak ada puskesmas atau posyandu, atau tidak pernah didatangi petugas untuk sosialisasi. Maka permasalahan tersebut sudah teridentifikasi.

"Permasalahan yang sudah teridentifikasi itu baru program pemerintah datang untuk solusinya," kata Indra lagi.

Indra Gunawan menekankan agar permasalahan stunting bisa diurai. Kasus stunting di Barito Timur turun dari 26 persen menjadi 18 persen pada 2024 mendatang.

Sebagai Penjabat Bupati Barito Timur, Indra juga menugaskan dan memberikan tanggung jawab ibu-ibu kepala desa yang menjadi perwakilan PKK di desa, perwakilan posyandu di desa, kemudian ibu-ibu camat yang perwakilan PKK kecamatan agar mengkoordinasi dengan ibu PKK di desa dan ibu kepala desa untuk menekan prevalensi stunting di Kabupaten Barito Timur.

“Kemarin ketika rapat koordinasi dengan TPPS, hal tersebut sudah disampaikan. Saya berharap masalah stunting bisa teratasi dengan baik,” demikian Indra.

Baca juga: Pemkab Barito Timur siap sukseskan Pemilu 2024

Baca juga: Pemilu 2024 semakin dekat, Pj Bupati ingatkan netralitas ke ASN di Bartim

Baca juga: Pj Bupati Bartim: Sarana dan prasarana pelayanan ASN ke masyarakat harus optimal


Pewarta : Habibullah
Uploader : Admin 2
Copyright © ANTARA 2024