Harga properti residensial meningkat
Kamis, 16 November 2023 11:56 WIB
Seorang warga berjalan di area apartemen di kawasan Kemayoran, Jakarta, Jumat (2/12/2022). . ANTARA FOTO/Fauzan/aww. (ANTARA FOTO/FAUZAN)
Jakarta (ANTARA) - Hasil Survei Harga Properti Residensial (SHPR) Bank Indonesia (BI) mengindikasikan perkembangan harga properti residensial di pasar primer secara tahunan (year on year/yoy) meningkat pada triwulan III 2023.
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono kepada media di Jakarta, Kamis, mengatakan perkembangan tersebut tercermin dari Indeks Harga Properti Residensial (IHPR) triwulan III 2023 yang tumbuh sebesar 1,96 persen (yoy), lebih tinggi dari pertumbuhan pada triwulan sebelumnya yang sebesar 1,92 persen (yoy).
"Dari sisi penjualan, hasil survei mengindikasikan penjualan properti residensial di pasar primer pada triwulan III 2023 belum pulih," ujarnya.
Penjualan properti residensial masih terkontraksi sebesar 6,59 persen (yoy) pada triwulan III 2023 meski membaik dari kontraksi 12,30 persen (yoy) pada triwulan sebelumnya.
Hasil survei juga menunjukkan bahwa modal utama pembangunan properti residensial oleh pengembang berasal dari sumber pembiayaan nonperbankan, yaitu dana internal dengan pangsa 73,46 persen.
Sementara dari sisi konsumen, skema pembiayaan utama dalam pembelian rumah primer adalah kredit pemilikan rumah (KPR), dengan pangsa 75,50 persen dari total pembiayaan.
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono kepada media di Jakarta, Kamis, mengatakan perkembangan tersebut tercermin dari Indeks Harga Properti Residensial (IHPR) triwulan III 2023 yang tumbuh sebesar 1,96 persen (yoy), lebih tinggi dari pertumbuhan pada triwulan sebelumnya yang sebesar 1,92 persen (yoy).
"Dari sisi penjualan, hasil survei mengindikasikan penjualan properti residensial di pasar primer pada triwulan III 2023 belum pulih," ujarnya.
Penjualan properti residensial masih terkontraksi sebesar 6,59 persen (yoy) pada triwulan III 2023 meski membaik dari kontraksi 12,30 persen (yoy) pada triwulan sebelumnya.
Hasil survei juga menunjukkan bahwa modal utama pembangunan properti residensial oleh pengembang berasal dari sumber pembiayaan nonperbankan, yaitu dana internal dengan pangsa 73,46 persen.
Sementara dari sisi konsumen, skema pembiayaan utama dalam pembelian rumah primer adalah kredit pemilikan rumah (KPR), dengan pangsa 75,50 persen dari total pembiayaan.
Pewarta : Martha Herlinawati Simanjuntak
Editor : Ronny
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pengaturan lelang proyek, KPK periksa VP dan manajer PT KA Properti Manajemen
07 December 2024 18:00 WIB, 2024
REI Kalteng sampaikan sejumlah usulan akselerasi pengembangan bisnis properti di Palangka Raya
31 March 2024 17:08 WIB, 2024
REI Kalteng: Semangat Ramadhan mengakselerasi pertumbuhan bisnis properti
30 March 2024 9:52 WIB, 2024
Penyediaan modal investasi dari OYO bagi mitra untuk standarisasi properti
28 March 2024 17:55 WIB, 2024
Supermarket bahan bangunan terbesar sambut menggeliatnya bisnis properti di Kotim
24 November 2023 17:39 WIB, 2023
Mendag Zulkifli: Pemerintah susun revisi permendag tentang broker properti
09 November 2023 17:35 WIB, 2023
Terpopuler - Umum
Lihat Juga
Restrukturisasi pegawai, Menkeu Purbaya ganti pejabat Bea Cukai di 5 pelabuhan
28 January 2026 9:02 WIB
Rupiah tertekan ke Rp17 ribu per dolar AS, Purbaya pastikan segera menguat
19 January 2026 20:08 WIB