Sampit (ANTARA) - Asisten I Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah Rihel memimpin serah terima jabatan (sertijab) dan aset oleh tiga pejabat Setda setempat, ia berpesan agar para pejabat terkait bisa segera beradaptasi dan bekerja sesuai amanat pemerintah daerah. 

“Sesuai pesan bupati kemarin, setelah sertijab jangan tidur, tapi segera bekerja dan melaksanakan tugas yang telah diamanatkan,” kata Rihel di Sampit, Rabu.

Ia menjelaskan sertijab ini merupakan tindak lanjut dari pelantikan dan mutasi jabatan 123 pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur yang dilakukan oleh Bupati Halikinnor belum lama ini, di mana 3 di antara pejabat tersebut merupakan pejabat yang sebelumnya bertugas di Setda Kotawaringin Timur. 

Ketiga pejabat tersebut adalah, Muhamad Huzaifah yang kini menjadi Camat Kota Besi digantikan oleh Oktav Pahlevi sebagai Kepala Bagian Tata Pemerintahan Setda Kotim, Muhammad Indra yang kini menjabat sebagai Camat Mentaya Hulu kini digantikan Yolanda Lonita Fenisia sebagai Kepala Bagian Kerjasama Setda Kotim.

Sunar Yulianto yang kini menjabat Camat Pulau Hanaut digantikan oleh Oscar Trymalza sebagai Kepala Sub Bagian Komunikasi Pimpinan Setda Kotim. 

Baca juga: Pemkab Kotim buka lelang tiga jabatan pimpinan tinggi pratama

Dalam kegiatan tersebut, Rihel memberikan sejumlah wejangan kepada pejabat yang mengalami mutasi jabatan, yakni agar yang bersangkutan cepat beradaptasi dengan lingkungan yang baru dan tidak malu bertanya agar bisa maksimal dalam melaksanakan tugas. 

“Bertanyalah jika tidak paham. Jangan sampai karena merasa jabatan tingginya enggan bertanya dengan bawahan, siapa tau ada hal-hal yang belum kita pahami,” ucapnya. 

Selain itu, Asisten bidang pemerintahan dan kesejahteraan rakyat Setda Kotawaringin Timur ini juga berpesan khusus pada para camat yang baru dilantik agar bisa membagi waktu dan porsi pekerjaan. Menurutnya, sebagai camat bukan hanya harus pintar di jurusan administrasi dan keuangan, tetapi juga kemasyarakatan.

Para camat harus bisa berbaur dengan masyarakat di lingkungan masing-masing. Dengan begitu camat bisa menyerap aspirasi dari masyarakat lebih baik. 

“Kalau ada kesempatan terjun ke lapangan, walau capek, jangan sampai dilewatkan. Sebagai camat tidak hanya harus pintar keuangan dan administrasi, tapi juga kemasyarakatan. Jangan hanya duduk,diam, dan dengar tapi harus aktif juga di lapangan,” demikian Rihel. 

Baca juga: Dishanpang Kalteng pasok pangan murah bantu kendalikan inflasi di Sampit

Baca juga: Petani di Sampit merugi akibat banjir

Baca juga: Gudang logistik pemilu di Kotim dilengkapi CCTV terkoneksi ke Polres


Pewarta : Devita Maulina
Uploader : Admin 2
Copyright © ANTARA 2024