Jakarta (ANTARA) - Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) segera membentuk komisi disiplin untuk mengatasi persoalan seputar olahraga bola basket yang kerap dihadapi para pemain.


Ketua Umum Perbasi Danny Kosasih mengatakan kepada penyelenggara kejuaraan, pemain, hingga pelatih untuk tidak sungkan melapor ke Perbasi sebagai regulator mengenai persoalan yang dihadapi, sehingga Komisi Disiplin, menurut dia, sangat penting untuk segera dibentuk.

“Jadi nanti Perbasi segera membentuk badan, suatu badan disiplin yang terdiri dari pengacara, dan bidang organisasi Perbasi.  Saya akan mengundang media dan pelatih yang sudah senior untuk kita ajak bicara jadi supaya kalo ada masalah bisa disampaikan disitu,” kata Danny saat Media Day Indonesian Basketball League (IBL) di Jakarta, Selasa.

Danny juga mengimbau klub-klub basket yang ada untuk mengikuti peraturan agar tidak menimbulkan polemik.

Baca juga: IBL 2024, diramaikan 39 pemain asing

Seperti dicontohkan Danny, semua prosedur perizinan harus diurus dengan benar, dan tidak diperkenankan untuk mengambil pemain di daerah tanpa izin dari pemerintah setempat.

“Saya sudah ngomong segera harus diteliti pemain yang sah dan pemain yang tidak sah yang suratnya belum ada. Lebih baik stop, daripada nanti ada keributan di lapangan,” ujar Danny.

Selain itu, pada kompetisi terdekat yakni Indonesian Basketball League (IBL) 2024, Kosasih berharap sistem permainan baru yakni “home and away” dapat meningkatkan persaingan dan memberi warna baru.

Adapun, sebanyak 14 klub basket akan menjalani laga tandang dan kandang pada musim kompetisi 2023 yang akan dimulai 13 Januari mendatang.

Baca juga: Bursa transfer IBL bagaikan pasar kaget

Baca juga: Perbasi pantau pemain muda di seluruh Indonesia

Pewarta : Putri Hanifa
Uploader : Admin 1
Copyright © ANTARA 2024