Sampit (ANTARA) - Bupati Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah Halikinnor bersama Sekretaris Daerah Fajrurrahman menghadiri perayaan Natal di sejumlah rumah warga, pejabat dan tokoh Nasrani sebagai wujud toleransi dan mempererat silaturahim antarumat beragama. 

“Sebagai sesama umat beragama kita harus memiliki tenggang rasa dan toleransi yang tinggi, karena dengan kebersamaan lah kita bisa membangun Kotim yang lebih baik kedepannya,” tutur Halikinnor di Sampit, Senin. 

Salah satu tempat yang dikunjungi adalah kediaman Ketua DPRD Kotim Rinie Anderson yang menggelar open house dengan cukup meriah. Pada waktu berbeda Wakil Bupati Kotim Irawati pun tampak hadir berkunjung dalam perayaan hari besar bagi umat Nasrani tersebut. 

Halikinnor menyebut, kunjungan safari Natal merupakan agenda rutin mereka setiap tahun sebagai tanda bahwa tingkat toleransi antarumat beragama di Kotim sudah terbentuk dengan baik. 

Hal ini sejalan dengan motto Kotim, yakni Habaring Hurung berarti gotong royong, yang di dalamnya kental dengan rasa persatuan dan kesatuan untuk menjadikan Kotim selalu aman, damai, kondusif dan terus maju. 

“Ini juga bukti bahwa kita masyarakat Kotim adalah masyarakat yang cinta damai dan itu dimulai dengan saling menghargai meski berbeda suku, agama, maupun ras,” pungkasnya. 

Suasana Natal yang penuh kasih dan toleransi antar umat beragama juga terasa di kediaman Camat Tualan Hulu, Admadi Sastra yang juga menggelar open house dalam rangka merayakan Natal. 

Baca juga: Wabup Kotim pimpin patroli jelang malam misa Natal 2023

Admadi sekeluarga menyambut hangat para tetangga, kerabat, maupun rekan kerja yang berkunjung dan tak sedikit dari tamu tersebut beragama Islam, terlihat dari kerudung yang dikenakan para tamu wanita. 

Sesuai dengan tema Natal 2023, ia menggugah seluruh masyarakat untuk hidup damai, rukun, dan sejahtera terlepas dari perbedaan yang ada, supaya setiap tindakan mendapat berkat dari Tuhan Yang Maha Esa. 

“Apapun yang kita lakukan, baik dalam keluarga, masyarakat, maupun kehidupan serta pelayanan masyarakat mengandung arti yang sangat Ilahi, sesuai firman Tuhan. Kita harus bisa berbagi berkat, dengan begitu diharapkan juga berdampak kepada masyarakat,” tuturnya. 

Admadi juga bersyukur dan berterima kasih dengan banyaknya tamu yang hadir menunjukkan toleransi dan solidaritas masyarakat Kotim yang sangat baik. 

Menurutnya, toleransi adalah awal dari perkembangan. Dengan toleransi membawa masyarakat untuk tetap bersama dan kebersamaan adalah suatu kekuatan. 

“Walaupun kita ada perbedaan, tapi di situlah kita mampu menunjukkan bahwa kita ini adalah satu kesatuan. Bahwa, perbedaan itu indah, dalam perbedaan itu kita mewujudkan suatu toleransi dan toleransi itu adalah bentuk kasih dalam firman Tuhan,” ucapnya. 

Dalam momentum Natal 2023 yang penuh khidmat ini ia berdoa agar tahun selanjutnya Kotim mendapat pemulihan baik dari segi kesehatan, ekonomi, maupun aktivitas dengan tidak lupa mengandalkan Tuhan dalam setiap langkah. 

Baca juga: Bawaslu Kotim ajak media lawan disinformasi Pemilu 2024

Baca juga: Harga ayam potong di Sampit melonjak

Baca juga: BKPSDM Kotim raih penghargaan seleksi PPPK mandiri


Pewarta : Devita Maulina
Uploader : Admin 2
Copyright © ANTARA 2024