Ketua KPPS di Madura dianiaya karena tak bagikan undangan Pemilu 2024 hoaks!
Sabtu, 17 Februari 2024 11:09 WIB
Ilustrasi - Petugas KPPS menunjukan surat suara pemilihan calon presiden dan wakil presiden saat penghitungan suara Pemilu 2024 di Banda Aceh, Aceh, Rabu (14/2/2024). (ANTARA FOTO/Irwansyah Putra)
Jakarta (ANTARA) - Video sepanjang 29 detik yang memperlihatkan seorang pria penuh darah terkapar di tanah beredar melalui pesan WhatsApp sejak 14 Februari 2024.
Pria dalam video tersebut diklaim merupakan seorang ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di Madura, yang dianiaya sejumlah warga.
Dalam narasi yang beredar, warga disebut melakukan kekerasan terhadap pria tersebut lantaran tidak menerima surat pemberitahuan form model C, yang juga dikenal sebagai undangan untuk melaksanakan pemungutan suara pada Pemilu 2024.
Berikut isi narasinya:
"Di Madura 1 desa nggak bisa milih nggak dpt kartu. Ketua kppsnya dibacok didatengin rmhnya,".
Lalu, bagaimana kebenaran dari video dan narasi tersebut?
Tangkapan layar narasi hoaks yang menyatakan Ketua KPPS di Madura dianiaya karena tak bagikan undangan Pemilu 2024 (WhatsApp)
Penjelasan:
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabidhumas) Polda Jatim Kombes Pol Dirmanto menegaskan bahwa informasi penganiayaan KPPS di Madura itu adalah kabar bohong (hoaks).
“Video terkait kasus KPPS yang dibacok itu adalah informasi hoaks, tolong jangan disebarkan,” kata Dirmanto sebagaimana dimuat di laman resmi Humas Polri.
Rekaman yang menunjukkan pria dalam kondisi nahas itu tercatat sudah dibagikan sejak Mei 2023. Jauh sebelum pencoblosan Pemilu 2024 digelar.
Video identik, menurut laporan situs ini, pada 2023 dibagikan orang berinisial WD, dengan narasi pembacokan terhadap seorang pria di Gunung Trans Gagak Lamie Kecamatan Darul Makmur, Kabupaten Nagan Raya. Video dan narasi tersebut membuat resah warga.
Namun, ternyata tidak ada pembacokan di daerah itu, sehingga WD ditangkap oleh anggota Polres Nagan Raya, dan dinyatakan sebagai penyebar hoaks.
Klaim: Ketua KPPS di Madura dianiaya karena tak bagikan undangan Pemilu 2024
Rating: Hoaks
Pria dalam video tersebut diklaim merupakan seorang ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di Madura, yang dianiaya sejumlah warga.
Dalam narasi yang beredar, warga disebut melakukan kekerasan terhadap pria tersebut lantaran tidak menerima surat pemberitahuan form model C, yang juga dikenal sebagai undangan untuk melaksanakan pemungutan suara pada Pemilu 2024.
Berikut isi narasinya:
"Di Madura 1 desa nggak bisa milih nggak dpt kartu. Ketua kppsnya dibacok didatengin rmhnya,".
Lalu, bagaimana kebenaran dari video dan narasi tersebut?
Tangkapan layar narasi hoaks yang menyatakan Ketua KPPS di Madura dianiaya karena tak bagikan undangan Pemilu 2024 (WhatsApp)
Penjelasan:
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabidhumas) Polda Jatim Kombes Pol Dirmanto menegaskan bahwa informasi penganiayaan KPPS di Madura itu adalah kabar bohong (hoaks).
“Video terkait kasus KPPS yang dibacok itu adalah informasi hoaks, tolong jangan disebarkan,” kata Dirmanto sebagaimana dimuat di laman resmi Humas Polri.
Rekaman yang menunjukkan pria dalam kondisi nahas itu tercatat sudah dibagikan sejak Mei 2023. Jauh sebelum pencoblosan Pemilu 2024 digelar.
Video identik, menurut laporan situs ini, pada 2023 dibagikan orang berinisial WD, dengan narasi pembacokan terhadap seorang pria di Gunung Trans Gagak Lamie Kecamatan Darul Makmur, Kabupaten Nagan Raya. Video dan narasi tersebut membuat resah warga.
Namun, ternyata tidak ada pembacokan di daerah itu, sehingga WD ditangkap oleh anggota Polres Nagan Raya, dan dinyatakan sebagai penyebar hoaks.
Klaim: Ketua KPPS di Madura dianiaya karena tak bagikan undangan Pemilu 2024
Rating: Hoaks
Pewarta : Tim JACX
Editor : Admin Kalteng
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
KPU Kapuas sesalkan tindakan pencoblosan surat suara oleh oknum KPPS di TPS 04
27 November 2024 16:53 WIB, 2024
Dua oknum KPPS di Kapuas tertangkap tangan coblos surat suara pilkada
27 November 2024 16:03 WIB, 2024
Legislator Gumas berharap simulasi pungut hitung suara tingkatkan pemahaman KPPS
19 November 2024 12:26 WIB, 2024
Ratusan KPPS se-Kecamatan Dusun Timur resmi dilantik KPU Barito Timur
07 November 2024 14:52 WIB, 2024
Terpopuler - Lintas Daerah
Lihat Juga
Kasus kekerasan seksual santriwati di Pati berlanjut, polisi layangkan panggilan kedua
06 May 2026 21:55 WIB
Siswa bobol sistem keamanan NASA asal Pinrang pilih lanjut pendidikan di Unhas
06 May 2026 15:08 WIB