Disnakertranskop UKM Barut adakan pelatihan lanjutan anyaman rotan bagi UKM
Selasa, 17 September 2024 16:18 WIB
Kepala Dinas Nakertranskop UKM Barito Utara Mastur didampingi Kepala Bidang UKM Restani dan pejabat lainnya serta narasumber menyerahkan secara simbolis materi pelatihan anyaman rotan kepada peserta, di Muara Teweh, Selasa (17/9/2024).ANTARA/Dokumen Pribadi
Muara Teweh (ANTARA) - Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, Koperasi dan Usaha Mikro dan Kecil (Disnakertranskop UKM) Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, mengadakan pelatihan lanjutan anyaman rotan bagi pelaku usaha, kecil dan menengah di daerah setempat.
"Pelatihan ini selaras dengan visi dan misi Kabupaten Barito Utara, yang diantaranya adalah peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan percepatan peningkatan pembangunan ekonomi masyarakat," kata Kepala Dinas Nakertranskop UKM Barito Utara M Mastur di Muara Teweh, Selasa.
Menurut dia, pemerintah daerah melaksanakan berbagai program dan kegiatan, diantaranya adalah bagaimana upaya percepatan peningkatan kompetensi dan keterampilan pelaku usaha mikro, kecil, menengah dan koperasi serta tenaga kerja melalui pelatihan vokasi dan berbasis kompetensi.
Program dan kegiatan peningkatan kualitas SDM dan sumber daya ekonomi usaha koperasi, mikro, kecil dan menengah, termasuk tenaga kerja merupakan hal yang sangat penting.
"Pelatihan lanjutan anyaman rotan bagi pelaku usaha mikro dan kecil di Barito Utara tahun ini yang merupakan anggota-anggota kelompok kerajinan rotan di daerah ini," katanya.
Dia mengatakan, para peserta latihan sebanyak 30 peserta dari dua kecamatan yang merupakan sentra perajin anyaman rotan di Barito Utara yaitu Kecamatan Teweh Timur di Benangin dan Kecamatan Gunung Purei di Lampeong.
Baca juga: Ketua DPRD Barut apresiasi pelatihan pengolahan jagung jadi pakan ternak
Tujuan dari pelatihan ini untuk lebih meningkatkan kompetensi dan keterampilan dalam mengolah kerajinan berbahan dasar rotan yang dikombinasikan dengan bahan kulit, diantaranya modifikasi, kreasi dan inovasi berbagai produk kerajinan berbahan dasar rotan yang potensial, tren dan berkualitas, seperti produk tas, dompet, tempat tisu, gantungan kunci, gelang, hiasan dinding dan produk lainnya.
Selain itu upaya menyukseskan program dan kegiatan tersebut, diharapkan adanya sinkronisasi, sinergi dan kolaborasi program dan kegiatan stakeholder terkait, baik organisasi perangkat daerah (OPD) maupun perusahaan swasta, BUMN dan BUMD.
“Insyaallah dengan ini semua apa yang menjadi harapan dan tujuan kita bersama pembangunan berkelanjutan dan berkeadilan dapat dicapai dengan baik dan sukses, menuju masyarakat Barito Utara yang sejahtera dan berkah,” kata dia.
Baca juga: Posyandu Desa Pandran Permai raih Juara Harapan II nasional
Baca juga: BPBD Barut sosialisasi raperbup penetapan rencana kontinjensi banjir
Baca juga: Pj Bupati Barut jalani evaluasi kinerja triwulan IV di Itjen Kemendagri
"Pelatihan ini selaras dengan visi dan misi Kabupaten Barito Utara, yang diantaranya adalah peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan percepatan peningkatan pembangunan ekonomi masyarakat," kata Kepala Dinas Nakertranskop UKM Barito Utara M Mastur di Muara Teweh, Selasa.
Menurut dia, pemerintah daerah melaksanakan berbagai program dan kegiatan, diantaranya adalah bagaimana upaya percepatan peningkatan kompetensi dan keterampilan pelaku usaha mikro, kecil, menengah dan koperasi serta tenaga kerja melalui pelatihan vokasi dan berbasis kompetensi.
Program dan kegiatan peningkatan kualitas SDM dan sumber daya ekonomi usaha koperasi, mikro, kecil dan menengah, termasuk tenaga kerja merupakan hal yang sangat penting.
"Pelatihan lanjutan anyaman rotan bagi pelaku usaha mikro dan kecil di Barito Utara tahun ini yang merupakan anggota-anggota kelompok kerajinan rotan di daerah ini," katanya.
Dia mengatakan, para peserta latihan sebanyak 30 peserta dari dua kecamatan yang merupakan sentra perajin anyaman rotan di Barito Utara yaitu Kecamatan Teweh Timur di Benangin dan Kecamatan Gunung Purei di Lampeong.
Baca juga: Ketua DPRD Barut apresiasi pelatihan pengolahan jagung jadi pakan ternak
Tujuan dari pelatihan ini untuk lebih meningkatkan kompetensi dan keterampilan dalam mengolah kerajinan berbahan dasar rotan yang dikombinasikan dengan bahan kulit, diantaranya modifikasi, kreasi dan inovasi berbagai produk kerajinan berbahan dasar rotan yang potensial, tren dan berkualitas, seperti produk tas, dompet, tempat tisu, gantungan kunci, gelang, hiasan dinding dan produk lainnya.
Selain itu upaya menyukseskan program dan kegiatan tersebut, diharapkan adanya sinkronisasi, sinergi dan kolaborasi program dan kegiatan stakeholder terkait, baik organisasi perangkat daerah (OPD) maupun perusahaan swasta, BUMN dan BUMD.
“Insyaallah dengan ini semua apa yang menjadi harapan dan tujuan kita bersama pembangunan berkelanjutan dan berkeadilan dapat dicapai dengan baik dan sukses, menuju masyarakat Barito Utara yang sejahtera dan berkah,” kata dia.
Baca juga: Posyandu Desa Pandran Permai raih Juara Harapan II nasional
Baca juga: BPBD Barut sosialisasi raperbup penetapan rencana kontinjensi banjir
Baca juga: Pj Bupati Barut jalani evaluasi kinerja triwulan IV di Itjen Kemendagri
Pewarta : Kasriadi
Editor : Admin 3
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Anyaman Purun Palangka Raya tembus pasar Australia, Denmark, Spanyol hingga Hongkong
21 January 2026 16:18 WIB
Berdaya saing global, Komisi VII DPR dukung pengembangan produk UMKM Kalteng
16 December 2025 13:14 WIB
Dinas Nakertranskop UKM Barut tingkatkan keterampilan perajin anyaman rotan
09 August 2025 15:54 WIB
Festival Anyaman di Barsel dorong pelestarian budaya dan pengembangan UMKM
24 January 2025 15:41 WIB, 2025
Pemkab Barut terima sertifikat merek asosiasi kelompok anyaman rotan
23 February 2024 18:24 WIB, 2024
Pengrajin rotan di Bartim dilatih keterampilan anyaman dan pengembangan usaha
20 November 2023 18:26 WIB, 2023