Google beri kemudahan untuk lindungi data jika ponsel dicuri
Minggu, 6 Oktober 2024 15:12 WIB
Arsip Foto - Logo Google yang dicetak 3D terlihat dalam ilustrasi ini yang diambil pada Minggu (12/4/2020). ANTARA/REUTERS/Dado Ruvic/am.
Jakarta (ANTARA) - Google dikabarkan meluncurkan pembaruan fitur ke beberapa ponsel Android dengan menambahkan fungsi antipencurian yang memudahkan pengguna melindungi datanya apabila ponselnya dicuri.
Beberapa fitur itu sudah mulai diterima oleh pengguna di antaranya seperti fitur Theft Detection Lock, Offline Device Lock, danRemote Lock.
Mengutip laporan GSM Arena, Sabtu (5/10), fitur seperti Remote Lock sebenarnya sudah banyak dimiliki oleh pengguna Android dari beberapa tahun terakhir namun untuk fitur Theft Detection Lock dan Offiline Device Lock merupakan fungsi baru.
Baca juga: Google Maps hadirkan fitur pelaporan insiden di Android Auto
Theft Detection Lock menjadi fitur yang paling menarik karena memanfaatkan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) dan sensor perangkat untuk mendeteksi gerakan umum yang terkait dengan pencurian.
Misalnya, jika seseorang menarik ponsel dari tangan pengguna dan mulai berlari. Lalu fitur ini juga dapat mendeteksi gerakan yang mungkin dilakukan pencuri saat bersepeda atau menggunakan kendaraan.
Fitur ini nantinya secara otomatis membuat ponsel terkunci dan memblokir semua akses ke aplikasi dan data pengguna.
Baca juga: Google bawa tiga pembaruan soal "Tabs" pada Chrome
Di sisi lain, fitur Offline Device Lock juga menjadi fitur baru yang memungkinkan perangkat terkunci saat pencuri mencoba memutus sambungan ponsel dalam waktu lama.
Untuk Remote Lock sebenarnya sudah dikenal lama, namun apabila dideskripsikan fitur ini memungkinkan pengguna mengunci ponsel dari jarak jauh hanya dengan menggunakan nomor ponsel.
Fitur ini bisa digunakan apabila fitur "Find My Device" untuk mencari keberadaan perangkat dimatikan.
Masih belum jelas ponsel dengan sistem operasi Android mana saja yang bisa menggunakan fitur ini, namun untuk memastikannya secara langsung pengguna bisa memperbarui Google Play Service versi terbaru.
Beberapa fitur itu sudah mulai diterima oleh pengguna di antaranya seperti fitur Theft Detection Lock, Offline Device Lock, danRemote Lock.
Mengutip laporan GSM Arena, Sabtu (5/10), fitur seperti Remote Lock sebenarnya sudah banyak dimiliki oleh pengguna Android dari beberapa tahun terakhir namun untuk fitur Theft Detection Lock dan Offiline Device Lock merupakan fungsi baru.
Baca juga: Google Maps hadirkan fitur pelaporan insiden di Android Auto
Theft Detection Lock menjadi fitur yang paling menarik karena memanfaatkan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) dan sensor perangkat untuk mendeteksi gerakan umum yang terkait dengan pencurian.
Misalnya, jika seseorang menarik ponsel dari tangan pengguna dan mulai berlari. Lalu fitur ini juga dapat mendeteksi gerakan yang mungkin dilakukan pencuri saat bersepeda atau menggunakan kendaraan.
Fitur ini nantinya secara otomatis membuat ponsel terkunci dan memblokir semua akses ke aplikasi dan data pengguna.
Baca juga: Google bawa tiga pembaruan soal "Tabs" pada Chrome
Di sisi lain, fitur Offline Device Lock juga menjadi fitur baru yang memungkinkan perangkat terkunci saat pencuri mencoba memutus sambungan ponsel dalam waktu lama.
Untuk Remote Lock sebenarnya sudah dikenal lama, namun apabila dideskripsikan fitur ini memungkinkan pengguna mengunci ponsel dari jarak jauh hanya dengan menggunakan nomor ponsel.
Fitur ini bisa digunakan apabila fitur "Find My Device" untuk mencari keberadaan perangkat dimatikan.
Masih belum jelas ponsel dengan sistem operasi Android mana saja yang bisa menggunakan fitur ini, namun untuk memastikannya secara langsung pengguna bisa memperbarui Google Play Service versi terbaru.
Pewarta : Livia Kristianti
Editor : Admin Kalteng
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Mudik 2026 bakal lebih teratur melalui integrasi data Google dan Korlantas
12 February 2026 16:34 WIB
Telaah - Siapa paling bertanggung jawab atas kebocoran data lintas negara?
16 January 2026 15:48 WIB
Menbud dorong pemetaan talenta seni berbasis data untuk pengembangan budaya
12 January 2026 14:08 WIB
Terpopuler - Teknologi
Lihat Juga
Threads hadirkan fitur Dear Algo guna mempermudah pengaturan algoritma konten
12 February 2026 16:37 WIB
Mudik 2026 bakal lebih teratur melalui integrasi data Google dan Korlantas
12 February 2026 16:34 WIB
Malaysia pelajari kebijakan Indonesia dalam membatasi penggunaan platform digital bagi anak
11 February 2026 17:35 WIB