Palangka Raya (ANTARA) - Anggota Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Arif M Norkim mengatakan, perlu terciptanya ruang ekonomi bagi warga untuk mengatasi permasalahan kemiskinan di daerah ini.
"Tingginya angka kemiskinan di Kota Palangka Raya ini kalau saya nilai akibat rendahnya kemandirian ekonomi warganya itu sendiri, sehingga masih bergantung dengan orang," katanya di Palangka Raya, Jumat.
Untuk itu adanya bantuan saja tidak cukup untuk melepaskan warga dari garis kemiskinan, Pemerintah Kota Palangka Raya perlu memberikan pembinaan, pelatihan keterampilan kerja dan dukungan berkelanjutan.
Dengan demikian kedepan warga memiliki kemampuan untuk meningkatkan taraf hidup sehingga ketika sukses bisa membantu warga lainnya untuk turut berkembang.
"Jadi misalnya dari 10 orang yang sukses, kemudian mengajarkan keterampilan kepada 20 orang lainnya untuk kemudian bisa sukses dan siklus ini berlanjut," ucapnya.
Arif mengungkapkan, dalam menciptakan ekosistem ekonomi inklusif tersebut, perlu adanya sinergi yang apik antara pemerintah kota, sektor swasta dan warga.
Hal ini dilakukann untuk membuka akses terhadap peluang ekonomi yang merata sehingga kedepan kemandirian ekonomi warga dapat semakin kokoh.
“Kunci pengentasan kemiskinan di Kota Palangka Raya ini ada pada kolaborasi. Semua pihak harus bergerak bersama untuk menciptakan solusi,” ujarnya.
Arif berharap, Kota Palangka Raya kedepan dapat menjadi kota percontohan bagi daerah lainnya untuk belajar meningkatkan kemandirian ekonomi warga.
Dengan demikian Kota Palangka Raya sebagai ibu kota Provinsi Kalimantan Tengah bisa menjadi daerah yang memiliki warga sejahtera.
"Tentu kami yakin bahwa upaya ini bisa dilaksanakan di Kota Palangka Raya dan warga juga dapat bekerja sama untuk meningkatkan kapasitas diri," demikian Arif.