Palangka Raya (ANTARA) - Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah menggelar Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) tahun 2025 sebagai upaya melestarikan bahasa dan sastra daerah, khususnya Bahasa Dayak Ngaju. Kegiatan ini juga merupakan bagian dari implementasi program Merdeka Belajar Episode 17 yang menitikberatkan pada revitalisasi bahasa dan sastra daerah.

Sekretaris Disdik Kota Palangka Raya, Aprae Vico Ranan, mengatakan FTBI tidak hanya menjadi ajang lomba, tetapi juga sarana membangun kesadaran generasi muda agar bangga menggunakan bahasa daerah sebagai bagian dari identitas budaya bangsa.

“Melalui FTBI, kami ingin menanamkan nilai-nilai kearifan lokal dan membiasakan peserta didik untuk menjadi penutur aktif bahasa daerah. Bahasa Dayak Ngaju adalah warisan leluhur yang harus terus dijaga dan dilestarikan,” ujar Vico di Palangka Raya, Rabu.

Festival ini diikuti oleh siswa jenjang SD dan SMP sederajat dengan berbagai cabang lomba, di antaranya Cipta Puisi Bahasa Dayak Ngaju, Karungut, Komedi Tunggal (Stand Up Comedy), Mendongeng Bahasa Dayak Ngaju, Menulis Cerita Pendek Bahasa Dayak Ngaju, serta Pidato Bahasa Dayak Ngaju.

Total peserta mencapai 122 siswa, terdiri dari 47 peserta tingkat SD dan 75 peserta tingkat SMP. Penilaian dilakukan oleh 18 juri yang merupakan pakar bahasa, seniman daerah, serta pemerhati budaya lokal.

Pemenang lomba akan memperoleh penghargaan berupa piala, sertifikat, dan uang pembinaan dengan rincian Juara 1 Rp2 juta, Juara 2 Rp1,5 juta, dan Juara 3 Rp1 juta.

“Juara 1 dari setiap cabang lomba di jenjang SD dan SMP nantinya akan mewakili Kota Palangka Raya pada FTBI tingkat Provinsi Kalimantan Tengah yang digelar pada 3–5 November 2025,” kata Vico.

Sementara itu, Ketua Panitia sekaligus Kepala Bidang Pembinaan SMP Disdik Palangka Raya, Aswani, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan ajang berjenjang yang bertujuan memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan satuan pendidikan dalam upaya pelestarian bahasa ibu.

“Kami berharap para pemenang dapat membawa nama baik Kota Palangka Raya di tingkat provinsi. FTBI ini menjadi momentum penting untuk menumbuhkan kebanggaan terhadap bahasa daerah sekaligus memperkaya khazanah budaya lokal,” pungkas Aswani.

Baca juga: DPRD dukung langkah Pemkot wujudkan zero ODOL di Palangka Raya

Baca juga: Yudisium PTI FBIT UMPR usung tema "One Piece"

Baca juga: DPRD Palangka Raya sebut penertiban pajak bantu optimalkan PAD