Muara Teweh (ANTARA) - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Barito Utara melalui Bidang Sumber Daya Air (SDA) telah melakukan normalisasi Sungai Plahana ke arah Sungai Brioi sebagai bagian dari percepatan program 100 hari kerja Bupati dan Wakil Bupati Barito Utara untuk mengoptimalkan aliran air. 

"Upaya ini dilakukan untuk mengoptimalkan aliran air dan meminimalisir genangan banjir yang selama ini sering terjadi dan berlangsung lama," kata Bupati Barito Utara Shalahuddin di Muara Teweh, Minggu.

Normalisasi Sungai Plahana ini merupakan pasca peninjauan banjir beberapa waktu lalu Bupati Barito Utara Shalahuddin bersama Wakil Bupati Felix Sonadie Y. Tingan, Sekda Muhlis, serta sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Pemerintah Kabupaten Barito Utara terus mengambil langkah konkret dalam penanganan banjir di wilayah Kecamatan Teweh Tengah, khususnya kawasan KM 38 Desa Sei Rahayu I.

Peninjauan tersebut juga menjadi langkah awal dalam memastikan kondisi masyarakat terdampak serta mencari solusi jangka panjang agar bencana banjir tidak terus berulang setiap musim hujan.

Bupati Barito Utara Shalahuddin menegaskan penanganan banjir harus dilakukan secara menyeluruh dan berbasis kajian teknis yang matang.

"Kita perlu tahu akar masalahnya melalui kajian teknis, sehingga solusi yang diterapkan benar-benar efektif. Saya minta Dinas PUPR segera melakukan langkah-langkah awal penanganan agar permasalahan banjir tidak terus berulang setiap musim hujan,” ujar Shalahuddin.

Bupati juga menekankan pentingnya langkah cepat, terukur, dan berkelanjutan dari seluruh jajaran terkait agar penanganan banjir tidak hanya bersifat sementara, tetapi mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

Kepala Dinas PUPR Barito Utara Muhammad Iman Topik menyatakan pihaknya telah menindaklanjuti instruksi Bupati dengan melakukan koordinasi teknis di lapangan dan persiapan pelaksanaan Survei Investigasi Desain (SID).

"Kami sudah mulai melakukan langkah-langkah awal sesuai arahan Bupati. Tim dari Bidang Sumber Daya Air telah turun untuk melakukan identifikasi awal titik-titik rawan banjir, termasuk rencana detail normalisasi lanjutan. Hasil dari SID nantinya akan menjadi dasar perencanaan teknis dalam penanganan jangka panjang,” ujar Topik.

Ia menambahkan, program normalisasi Sungai Plahana ini merupakan bagian dari komitmen Dinas PUPR untuk mendukung program prioritas 100 hari kerja Bupati dan Wakil Bupati Barito Utara dalam menanggulangi persoalan banjir secara berkelanjutan.

Dengan adanya langkah konkret dan sinergi lintas sektor ini, diharapkan permasalahan banjir yang selama ini melanda beberapa kawasan di Kecamatan Teweh Tengah dapat segera teratasi, serta memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat sekitar.