Palangka Raya (ANTARA) - Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Palangka Raya, Berlianto angkat bicara soal pedagang kreatif lapangan (PKL) yang menjamur mendadak di bahu jalan menjelang akhir tahun 2025. 

"Pedagang kembang api yang berjualan di bahu jalan ini kan sudah menjadi tradisi di Kota Palangka Raya," kata Berlianto saat dikonfirmasi di Palangka Raya, Rabu.

Dia mengungkapkan, hal itu juga diperkuat dengan arahan Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin, yang memberikan kesempatan bagi para pedagang untuk berjualan di bahu jalan hingga 31 Desember 2025.

Menanggapi peristiwa kecelakaan lalu lintas yang merenggut nyawa seorang pedagang kembang api di bahu Jalan Tjilik Riwut kilometer 1 beberapa waktu lalu, Berlianto menegaskan, pihaknya telah melakukan sosialisasi berupa siaran keliling menggunakan mobil.

Baca juga: Pedagang kembang api di Palangka Raya meninggal usai tertabrak mobil

"Sosialisasi ini sudah kami lakukan sejak kemarin. Kami secara masif melakukan sosialisasi ke seluruh PKL di Kota Palangka Raya," ucapnya.

Dalam sosialisasi itu, pihaknya mengimbau seluruh pedagang untuk tetap menjaga ketertiban termasuk posisi berjualan sehingga  tidak mengganggu fungsi jalan.

"Selain itu kami meminta para PKL untuk mematuhi arahan Wali Kota Palangka Raya, agar kegiatan ini tidak melewati dari 31 Desember 2025," ujarnya.

Meskipun Pemerintah Kota Palangka Raya telah mengoptimalkan upaya sosialisasi, namun adanya kesempatan bagi PKL untuk berdagang di bahu jalan membuat nyawa mereka tak dapat terjamin keselamatannya, mengingat menjelang akhir tahun arus lalu lintas di Kota Palangka Raya yang semakin padat oleh kendaraan.

Untuk itu Berlianto berharap, kejadian serupa tidak terulang kembali sehingga para PKL dapat mencari nafkah di momen menjelang pergantian tahun.

"Kami turut prihatin atas peristiwa itu. Semoga kejadian serupa tidak terulang kembali," demikian Berlianto.