
Komdigi bahas kepatuhan Roblox terhadap aturan PP Tunas

Jakarta (ANTARA) - Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menyatakan diskusi dengan platform digital Roblox masih terus berlanjut mengenai komitmen platform menjaga ruang digital aman bagi anak sejalan dengan implementasi PP Tunas di Indonesia.
Dengan komunikasi intens yang masih berlangsung, Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) mengharapkan kepatuhan penuh Roblox terhadap PP Tunas dapat diumumkan dalam waktu yang tidak lama lagi.
"Roblox masih berkomunikasi dan mudah-mudahan dalam waktu dekat kita juga bisa melihat kepatuhan yang sama," kata Meutya dalam konferensi pers perkembangan kepatuhan platform digital terhadap PP Tunas di Kantor Kemkomdigi, Jakarta, Rabu.
Dalam perkembangan terbaru kepatuhan platform digital terhadap PP Tunas, YouTube bergabung dengan enam platform lainnya yang telah lebih dulu berkomitmen penuh membatasi akses layanannya untuk pengguna di bawah usia 16 tahun.
YouTube juga telah mengubah ketentuan panduan komunitasnya menegaskan bahwa platform digital tersebut bakal meniadakan akun pengguna di bawah 16 tahun.
Mengacu pada halaman Bantuan YouTube di Indonesia, komitmen mematuhi PP Tunas telah ditegaskan dengan pernyataan "Jika Anda berusia di bawah 16 tahun di Indonesia, akses ke akun Anda di YouTube mungkin akan dinonaktifkan".
Dengan YouTube yang mematuhi sepenuhnya PP Tunas, itu artinya dari delapan platform yang menerima implementasi awal PP Tunas tersisa Roblox yang belum menyatakan komitmen penuh terhadap aturan ini.
Sebelum diskusi dengan Roblox berlanjut soal kepatuhan PP Tunas, pada Selasa (14/4) platform gim asal Amerika Serikat tersebut telah melakukan penyesuaian pembatasan akun-akun sesuai usia pengguna dengan menghadirkan Roblox Kids dan Roblox Select.
Fitur Roblox Kids khusus untuk pengguna berusia 5-12 tahun yang telah melewati proses teknologi verifikasi usia. Sementara Roblox Select dikhususkan untuk pengguna berusia 13-15 tahun.
Kendati demikian, Kemkomdigi menilai langkah Roblox itu masih belum sepenuhnya mematuhi ketentuan PP Tunas karena gim tersebut masih memungkinkan komunikasi dengan orang tidak dikenal.
Menurut Menkomdigi Meutya Hafid, hal tersebut menjadi tuntutan oleh orang tua di Indonesia untuk dibatasi.
"Meskipun sudah melakukan adjustment (penyesuaian) yang cukup banyak, kami belum dapat menerima proposal dari Roblox untuk menyatakan bahwa Roblox telah mematuhi (PP Tunas). Jadi artinya belum, kita tetap menilai bahwa ini belum ada kepatuhan terhadap PP Tunas," kata Meutya pada Selasa (14/4) di Kemkomdigi.
Pewarta : Livia Kristianti
Editor: Admin Portal
COPYRIGHT © ANTARA 2026
