Pangkalan Bun (ANTARA) - Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi, dan UKM (Disperindagkop UMK) Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah memantau harga sejumlah bahan pangan di kabupaten setempat pada awal tahun 2026 masih relatif aman dan stabil.

Kabid Perdagangan Disperindagkop Kobar Muhamad Suhendra di Pangkalan Bun, Selasa, mengatakan pada Minggu pertama Januari 2026 hanya satu komoditas yang mengalami kenaikan harga yaitu bawang putih seharga Rp 41.000, namun sekarang turun menjadi Rp 40.000 per kilogram.

"Selain kenaikan harga juga terdapat penurunan harga terhadap lima komoditas yaitu cabe merah besar, cabe merah keriting, cabe rawit merah, bawang merah dan daging ayam ras (boiler)," kata Suhendra.

Cabe merah besar sebelumnya seharga Rp 65. 000 turun menjadi Rp 64. 000 per kilogram, cabe merah keriting dari Rp 70.000 turun menjadi Rp 60.000 per kilogram, cabe rawit merah Rp 81.250 turun menjadi Rp 72.000 per kilogram.

Kemudian bawang merah di Minggu sebelumnya seharga Rp 55.000 turun menjadi Rp 52.000 per kilogram, serta daging ayam ras (boiler) dari Rp 46.000 turun menjadi Rp 44.200 per kilogram.

"Harga tersebut merupakan hasil dari pantauan tim kita ke Pasar Tradisional Indra Sari Pangkalan Bun," ucapnya.

Baca juga: Pemkab Kobar berlakukan kebijakan lima hari sekolah per 12 Januari 2026

Menurutnya, dinamika harga bahan pangan tersebut masih tergolong aman dan menunjukkan kondisi pasar di kobar relatif stabil pada awal Tahun Baru 2026.

Suhendra menyebutkan, bahwa untuk stok barang pokok di wilayah Kotawaringin Barat berdasarkan data dari sepuluh distributor dan Perum Bulog Pangkalan Bun, diantaranya stok beras 2.432,27 ton, minyak goreng 195,25 ton, gula pasir 315,85 ton, tepung terigu 167,21 ton, kacang kedelai 38,00 ton.

"Untuk jumlah yang ada insyaallah aman, hingga menjelang bulan Ramadhan. Harapannya beberapa hari kedepan ada masuk lagi suplai an barang," tandas Suhendra.

Baca juga: Pemkab Kobar siapkan lima hektare lahan untuk Sekolah Rakyat

Baca juga: Penumpang Pelni di Kobar mencapai 57.116 orang pada 2025

Baca juga: Hujan disertai angin kencang, pohon tumbang timpa mobil di Pangkalan Bun