Jakarta (ANTARA) - Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) mengapresiasi Pemprov DKI yang meresmikan Tahilalats Station 2026 di Terowongan Kendal, Stasiun MRT Dukuh Atas, Jakarta sebagai etalase pengembangan Intellectual Property (IP) asli Indonesia agar terus berekspansi di ruang publik.
"Selamat atas diresmikan Tahilalats Stations yang akan terus membangkitkan IP-IP Indonesia menjadi tuan rumah di negeri sendiri dan masuk ke pasar global. Tentu semangat kolaborasi tersebut didukung Pemprov DKI Jakarta yang senantiasa mewujudkan Jakarta sebagai kota global dan MRT Jakarta yang telah memfasilitasi berbagai IP lokal dengan memberi ruang bagi para pegiat ekraf,” ujar Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya dalam keterangan pers yang diterima, Rabu.
Menteri Ekraf menekankan, pengembangan ruang publik melalui inisiatif placemaking sebagai bagian dari strategi menyokong nilai budaya dan ekonomi kreatif Indonesia.
Selain itu, Riefky mengatakan Kementerian Ekraf juga mempunyai tugas untuk mencari local hero dari IP 17 subsektor ekonomi kreatif untuk masuk menuju pasar nasional.
“Sebelumnya, Kementerian Ekraf juga telah melakukan kolaborasi dengan Tahilalats dalam mendukung kebangkitan IP Indonesia seperti pada branding livery pesawat Garuda Indonesia sehingga membuat IP karakter Tahilalats berkembang dengan pesat,” ucap Menteri Ekraf Teuku Riefky.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Gubernur Jakarta, Rano Karno menyebut MRT Jakarta telah mencatat 141.872 pelanggan per hari sepanjang bulan Desember tahun 2025.
Pada periode itu pula, stasiun Dukuh Atas BNI mencatat jumlah pelanggan tertinggi hampir 781.000 pelanggan dalam 1 bulan sehingga layak menjadi simpul konektivitas dengan berbagai moda transportasi publik.
Dengan visi Jakarta sebagai kota global, MRT Jakarta menghadirkan Tahilalats Station sebagai hasil kolaborasi karya kreatif kebanggaan Indonesia yang telah dikenal luas oleh masyarakat. Inisiatif ini merupakan upaya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam menjadikan area transportasi publik sebagai ruang ekspresi dan promosi karya lokal yang menyenangkan.
“Semoga kolaborasi ini membawa manfaat dan semangat baru bagi warga Jakarta menuju Kota Global yang berkelanjutan dan berbudaya,” ungkap Rano Karno.
Sementara itu, Direktur MRT Jakarta, Tuhiyat juga menyampaikan rasa bangga atas berbagai kolaborasi strategis antara sektor transportasi publik dan ruang publik yang berubah menjadi area kreatif serta inovatif dengan konsep experience hub.
Sebelumnya, MRT sudah melakukan kolaborasi kreatif bersama IP lokal Tahilalats yang cukup menguntungkan dengan meluncurkan merchandise store di stasiun Blok M BCA, bahkan memunculkan banyak permintaan dari turis-turis yang minat membeli cenderamata, termasuk gantungan kunci.Jumlah pengguna MRT sebanyak 46,5 juta pelanggan diyakini Tuhiyat bisa menghadirkan trafik dan eksposur bagi IP-IP karakter asli Indonesia di ruang publik.