Pangkalan Bun (ANTARA) - Bupati Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah Nurhidayah menyampaikan peningkatan inovasi dan kolaborasi menjadi upaya dalam memperkuat pembangunan daerah.

"Hal itu tentunya, melihat saat ini kondisi fiskal daerah yang relatif terbatas, sehingga diperlukan inovasi dalam mencari sumber pendanaan pembangunan," katanya di Pangkalan Bun, Rabu.

Terutama kolaborasi dan bersinergi dengan pemerintah provinsi, pemerintah pusat, dunia usaha, serta masyarakat. Menurutnya peran dunia usaha melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR) sangat diharapkan.

"Saya mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk lebih fokus pada bidang-bidang prioritas, terutama di bidang infrastruktur, dengan melibatkan peran dunia usaha dan partisipasi aktif masyarakat," terangnya.

Hal itu dia sampaikan usai dirinya membuka secara langsung Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Kumai.

Baca juga: Pelni Kumai fasilitasi pengajuan klaim asuransi penumpang

Dirinya berharap melalui musrenbang tersebut dapat membangun kesepahaman dan komitmen bersama dalam menetapkan prioritas pembangunan yang selaras dengan RPJMD 2025–2029. 

"Musrenbang ini menjadi bagian dalam perencanaan pembangunan dari bawah, menjadi wadah untuk menampung aspirasi masyarakat sebagai dasar utama penyusunan program pemerintah daerah," ucapnya.

Nurhidayah mengungkapkan, Kecamatan Kumai memiliki potensi besar dari sisi kekayaan alam, ketahanan pangan, maupun sektor pariwisata.

"Tentunya, hal itu perlu didorong melalui upaya hilirisasi agar memberikan nilai tambah ekonomi dan kesejahteraan bagi masyarakat setempat," demikian Nurhidayah.

Baca juga: DLH Kobar pastikan sanksi tegas bagi warga sembarangan membuang sampah

Baca juga: Dua komoditas bapok di Kobar terpantau mengalami kenaikan harga

Baca juga: Pemkab Kobar optimistis capai target pembangunan meski keuangan terbatas