Pangkalan Bun (ANTARA) - PT Pelni Cabang Kumai, Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah mengoptimalkan pelayanan dengan memfasilitasi proses pengajuan klaim asuransi penumpang kepada PT Jasa Raharja Putera.
"Dengan kelengkapan dokumen dan koordinasi yang baik, klaim asuransi atas nama almarhum Paidi berhasil diproses hingga tuntas," kata Kepala Pelni Cabang Kumai Suwadi di Pangkalan Bun, Rabu.
Pendampingan itu dilakukan terhadap penumpang bernama Paidi yang merupakan penumpang Kapal KM Lawit. Ia meninggal saat di perjalanan tujuan Pelabuhan Panglima Utar Kumai dari Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, pada 1 Januari 2026.
Dia menjelaskan, santunan asuransi tersebut telah diterima ahli waris sebagai bentuk perlindungan dan kepedulian terhadap keselamatan serta kenyamanan penumpang transportasi laut.
"Alhamdulillah, klaim asuransi dari PT Jasa Raharja Putera dengan nilai santunan sebesar Rp72.500.000 telah diserahkan kepada ahli waris almarhum, Bapak Purwanto," terangnya.
Baca juga: DLH Kobar pastikan sanksi tegas bagi warga sembarangan membuang sampah
Dia mengungkapkan, proses pencairan berjalan lancar berkat kerja sama yang baik antara keluarga, manajemen kapal, Pelni dan Jasa Raharja Putera.
Selain itu, pelayanan yang dimaksimalkan Pelni yaitu memberi dukungan penuh mulai dari penanganan awal, proses evakuasi, pengurusan visum, hingga koordinasi dengan instansi terkait, serta pendampingan intensif kepada pihak keluarga.
Seluruh proses tersebut dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab perusahaan, dalam memberikan pelayanan kemanusiaan kepada penumpang.
"Setelah mendapatkan laporan, kami segera mengambil langkah cepat dan terkoordinasi untuk memastikan penanganan dilakukan secara profesional dan sesuai ketentuan yang berlaku setibanya kapal di Pelabuhan Kumai," jelasnya.
Menurutnya, peristiwa tersebut menjadi pengingat pentingnya kepatuhan data penumpang serta keberadaan sistem asuransi sebagai bagian dari perlindungan penumpang.
"Hal ini sekaligus menegaskan peran aktif Pelni dalam memastikan hak-hak penumpang tetap terpenuhi hingga akhir perjalanan, termasuk dalam situasi darurat," demikian Suwadi.
Baca juga: Dua komoditas bapok di Kobar terpantau mengalami kenaikan harga
Baca juga: Pemkab Kobar optimistis capai target pembangunan meski keuangan terbatas
Baca juga: Tabur bunga hiasi momen peringatan peristiwa pertempuran 14 Januari di Kumai