Pangkalan Bun (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah menyatakan kesiapan menghadapi musim kemarau dan antisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
"Untuk sarana prasarana pendukung dalam penanganan karhutla kita siap alat-alat lengkap, serta anggota kita dari Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kobar juga cukup," kata Plt Kepala Pelaksana BPBD Kobar Reneli di Pangkalan Bun, Kamis.
Dia menjelaskan, untuk meningkatkan kepekaan masyarakat terhadap bahaya karhutla, pihaknya juga telah membentuk serta memberikan pembinaan melalui Program Masyarakat Peduli Api (MPA).
"MPA ini terbentuk dari masyarakat yang berada di desa dan kelurahan, terutama di daerah-daerah rawan terjadinya karhutla," jelasnya.
Baca juga: Bupati Kotawaringin Barat: Peningkatan inovasi dukung pembangunan
Lanjutnya, saat ini terdapat sepuluh unit kendaraan mobil suplai air yang telah disiapkan Pemkab Kobar. Alat-alat lengkap dan tidak ada masalah.
"Namun yang menjadi kendala itu alat-alat untuk MPA, harapan ke depan alat-alat untuk MPA kita dapat terpenuhi," jelasnya.
Adapun kejadian karhutla paling luas pada bulan ini yaitu pada tanggal 18 Januari 2026, di daerah Jalan Pangkalan Bun-Kotawaringin Lama Km 19 kurang lebih 1,50 hektare.
Lanjutnya, yang menjadi kendala pada pelaksanaan pemadaman yaitu lokasi yang berada di dalam sulit dijangkau oleh unit kendaraan mobil suplai air serta lokasi jauh dari air.
Dia menyebutkan, lokasi yang menjadi rawan terjadinya karhutla itu berada di daerah pesisir Kecamatan Kumai, Kecamatan Arut Selatan, dan lintas jalan Pangkalan Bun - Kotawaringin Lama Kecamatan Kotawaringin Lama.
Dalam penanganan pihaknya juga bersinergi dengan pihak-pihak terkait lainnya seperti TNI, Polri, Manggala Agni dan Masyarakat Peduli Api (MPA) saat melakukan pemadaman di lapangan atau titik lokasi kejadian.
Baca juga: Pelni Kumai fasilitasi pengajuan klaim asuransi penumpang
Baca juga: DLH Kobar pastikan sanksi tegas bagi warga sembarangan membuang sampah
Baca juga: Dua komoditas bapok di Kobar terpantau mengalami kenaikan harga
