Buntok (ANTARA) - Sejumlah Kepala sekolah beserta guru yang ada di Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah mengikuti bimbingan teknis pemutakhiran data pokok pendidikan (Dapodik) 2026.

Wakil Bupati Barito Selatan Khristianto Yudha di Buntok, Kemarin, mengatakan pemutakhiran data ini sangat penting dengan tujuan untuk menghasilkan dapodik yang valid.

"Tanpa pemutakhiran yang baik, berisiko terjadi kesalahan data yang dapat berdampak langsung pada hak sekolah, pendidik, dan peserta didik," ujarnya.

Dengan meningkatnya pemahaman dan kompetensi operator sekolah dalam mengelola data pendidikan secara akurat dan tepat waktu, data yang diinput akan sesuai dengan kondisi riil di sekolah.

Hal ini tentunya akan menjadi dasar pengambilan kebijakan, penyaluran bantuan dan anggaran pendidikan, penetapan program pemerintah, serta perencanaan dan evaluasi mutu pendidikan.

Khristianto Yudha pada kesempatan itu mengucapkan terima kasih kepada BPK RI Perwakilan Provinsi Kalimantan Tengah yang telah melaksanakan audit secara lengkap pada dapodik seluruh sekolah di Kabupaten Barito Selatan.

"Itu semua guna mewujudkan penyelenggaraan dapodik yang valid, mampu memaksimalkan fungsi-fungsinya untuk kelancaran penyelenggaraan pendidikan di Barsel," ucapnya.

Menurut dia,dapodik bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan instrumen strategis untuk memastikan kebijakan pendidikan benar-benar tepat sasaran, adil, dan berkelanjutan. 

Tugas pengelolaan dapodik ini, lanjut dia, bukanlah pekerjaan yang ringan, karena diperlukan ketelitian, konsistensi, serta komitmen yang tinggi dari para operator dan seluruh satuan pendidikan.

"Data yang di input dengan benar merupakan kontribusi nyata bagi masa depan pendidikan anak-anak kita," kata dia.

Baca juga: Pemkab sampaikan dua raperda ke DPRD Barito Selatan

Sesuai rekomendasi BPK RI Perwakilan Provinsi Kalimantan Tengah, Pemerintah Kabupaten Barito Selatan bertekat dan berkomitmen untuk memutakhirkan dapodik seluruh sekolah di daerah ini.

"Termasuk juga melaksanakan semua perencanaan bidang pendidikan juga harus berbasis dapodik," tambah dia.

Wabup Barsel itu pun berpesan kepada seluruh kepala sekolah, guru, dan operator dapodik terus meningkatkan koordinasi, kapasitas, dan tanggung jawab dalam pengelolaan data pendidikan.

"Pemkab juga berkomitmen untuk terus memberikan dukungan, baik dalam bentuk pendampingan, pelatihan, maupun penguatan sistem," demikian Khristianto Yudha.

Acara bimtek pemutakhiran dapodik yang berlangsung di Gedung Pertemuan Umum (GPU) Jaro Pirarahan itu dihadiri sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) setempat.

Baca juga: Bupati Barsel: Kerja sama pemda dengan badan usaha instrumen strategis percepat pembangunan

Baca juga: DPRD Barito Selatan dukung langkah pemkab gandeng swasta optimalkan pembangunan

Baca juga: Mukhlis dipercaya pimpin PBSI Barito Selatan periode 2026-2030