Palangka Raya (ANTARA) - Universitas Muhammadiyah Palangkaraya (UMPR) siap menjadi penyelenggara program pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) di industri sawit mulai tahun 2026.

Rektor UMPR Assoc Prof Dr Muhamad Yusuf SSos MAP di Palangka Raya, Senin mengatakan bahwa UMPR saat ini mengajukan dua program studi, yaitu Prodi Agroteknologi dan Prodi Kehutanan.

"Kedua prodi ini diusulkan sebagai penyelenggara peningkatan pengetahuan, keterampilan, profesionalisme, dan daya saing SDM perkebunan kelapa sawit pada sektor hulu sampai sektor hilir secara berkelanjutan," katanya.

Dia menambahkan, masyarakat keluarga petani kelapa sawit sebanyak 60 (enam puluh) orang diharapkan diberikan akses peningkatan kapasitas sumber daya manusia yang didampingi tenaga pendidik profesional dan praktisi selama menempuh pendidikan di UMPR menjadi generasi muda petani sawit yang berkelanjutan.

"Usulan pengajuan untuk berpartisipasi sebagai lembaga penyelenggara program pengembangan SDM Kelapa Sawit mulai 2026 ini guna mendukung pelaksanaan kebijakan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dalam pengembangan SDM perkebunan sawit berkelanjutan," katanya.

Rektor UMPR mengatakan, perkebunan sawit merupakan salah satu sektor strategis yang berperan penting dalam pembangunan perekonomian nasional Indonesia dan berkontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), penerimaan devisa negara, dan penyerapan tenaga kerja melalui kegiatan perkebunan dan industri pengolahan minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) beserta produk turunannya.

"Peran strategis tersebut menjadikan sektor kelapa sawit sebagai salah satu pilar utama pembangunan ekonomi nasional dan daerah," kata Yusuf.

Baca juga: UMPR praktik pengelolaan hutan di Hutan Pendidikan UMPR

Dia menambahkan, Provinsi Kalimantan Tengah merupakan salah satu wilayah pengembangan perkebunan kelapa sawit dengan luasan areal dan kontribusi ekonomi yang signifikan sehingga menyediakan lapangan kerja bagi masyarakat. Besarnya potensi tersebut membutuhkan ketersediaan sumber daya manusia (SDM) yang memiliki kompetensi teknis, manajerial, dan kewirausahaan sesuai kebutuhan industri perkebunan kelapa sawit.

Sementara itu, dalam rangka menyediakan SDM tersebut, BPDP menyediakan Program Pengembangan Sumber Daya Manusia Perkebunan Kelapa Sawit (SDM PKS) yang meningkatkan pengetahuan, keterampilan, profesionalisme, dan daya saing SDM perkebunan.

"Maka kali ini, kami juga ikut mengambil peran secara langsung untuk mendukung program Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dalam pengembangan SDM perkebunan sawit berkelanjutan," katanya.

Plt Ketua GAPKI Cabang Kalimantan Tengah, Au Rizky Djaya D memberikan rekomendasi, berkomitmen dan siap mendukung UMPR dalam mengusulkan Proposal Penyelenggara Pengembangan Sumber Daya Manusia.

“Harapannya, anak-anak petani kelapa sawit, khususnya yang berasal dari keluarga karyawan perusahaan anggota GAPKI Kalimantan Tengah agar dapat mengikuti program Pengembangan SDM di UMPR ini, sesuai dengan ketentuan dan mekanisme yang ditetapkan oleh BPDP," katanya.

Ketua DPW APKASINDO Kalteng, JMT Pandiangan dan Sekretaris DPW APKASINDO Kalteng Dandan Ardi menyatakan bahwa DPW APKASINDO Provinsi Kalteng memberikan rekomendasi dan dukungan penuh terhadap Proposal Penyelenggara Pengembangan Sumber Daya Manusia yang diusulkan oleh UMPR melalui BPDP.

JMT Pandiangan mengatakan, proposal yang diajukan UMPR memiliki nilai strategis dan relevan, karena menargetkan anak-anak petani kelapa sawit sebagai peserta utama program pengembangan SDM.

“Program ini diharapkan mampu membuka akses peningkatan kapasitas pendidikan dan keterampilan generasi muda petani sawit, sebagai bagian dari upaya regenerasi petani sawit rakyat yang berkelanjutan," katanya.

Baca juga: FAI UMPR perkuat karakter akademika kampus lewat pengajian

Baca juga: UMPR dan UM Sampit kolaborasi praktikum sains dasar di laboratorium Fapertahut

Baca juga: Rektor UMPR dorong penguatan peran Polri tanpa ubah kelembagaan