Kuala Kurun (ANTARA) - Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah terus berupaya menghadirkan ruang publik yang ramah bagi masyarakat.

Salah satunya melalui optimalisasi pemanfaatan Stadion Mini Kuala Kurun sebagai pusat aktivitas olahraga dan kepemudaan, kata Kepala Disdikpora Gumas Aprianto melalui Kepala Bidang Kepemudaan dan Olahraga Budi Arjunawibawa di Kuala Kurun, Kamis.

“Saat ini Stadion Mini Kuala Kurun tidak hanya difungsikan sebagai sarana olahraga, tetapi juga sebagai ruang pembinaan dan interaksi sosial berbagai elemen masyarakat,” terangnya.

Ia menyebut, sejumlah ruangan di area stadion kini digunakan sebagai sekretariat organisasi seperti Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), Pramuka, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI), dan organisasi lainnya.

Tak hanya organisasi, fasilitas olahraga di stadion juga rutin dimanfaatkan masyarakat untuk berolahraga, seperti tenis lapangan, karate, hingga atletik.

Suasana semakin semarak pada sore hari ketika halaman depan stadion berubah menjadi arena sepak bola mini yang dipadati generasi muda.

Baca juga: Hujan tak surutkan antusias peserta ikuti Pawai Tarhib Ramadhan di Gumas

Dari pantauan Disdikpora, terdapat dua kelompok anak yang hampir setiap sore memanfaatkan halaman stadion untuk bermain. Kelompok usia SD bermain di sisi kanan, sementara kelompok SMP dan SMA menggunakan sisi kiri.

Meski bermain dengan fasilitas sederhana dan tanpa sepatu, semangat mereka tak pernah surut. Melihat tingginya antusiasme tersebut, Disdikpora Gumas mengambil langkah konkret dengan mengizinkan penggunaan halaman stadion untuk sepak bola mini, sekaligus menyediakan empat tiang gawang portabel lengkap dengan roda dan jaring.

“Empat tiang gawang itu bisa dipinjam dua kelompok saat bermain. Setelah selesai, mereka wajib mengembalikannya ke tempat semula sebagai bentuk tanggung jawab bersama,” jelas Budi.

Melalui pengelolaan yang terbuka dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat, Disdikpora Gumas berharap Stadion Mini Kuala Kurun terus berkembang sebagai pusat olahraga, pembinaan generasi muda, serta ruang interaksi sosial yang positif di Bumi Habangkalan Penyang Karuhei Tatau

Langkah tersebut dinilai mampu menciptakan suasana bermain yang lebih tertib dan sportif. Sebelumnya, penggunaan tiang gawang seadanya tanpa mistar dan jaring kerap memicu perdebatan saat bola mengarah ke atas.

Baca juga: Pemkab Gumas anggarkan Rp1 miliar dukung TMMD ke-127 di Tewah

Oktav (12), salah satu anak mengaku rutin bermain sepak bola mini di stadion mini setiap sore, mulai pukul 15.00 WIB hingga selesai. Ia mengaku senang dengan fasilitas baru tersebut.

“Dulu sering ribut kalau bola ke atas, gol atau tidak. Sekarang sudah ada jaringnya jadi jelas,” ungkapnya.

Dukungan Disdikpora juga mendapat apresiasi dari masyarakat. Martin (45), warga Kuala Kurun, menilai kebijakan tersebut sederhana namun berdampak besar.

“Memang tiang gawang tersebut hanya dipinjamkan, tapi manfaatnya luar biasa. Anak-anak jadi semakin semangat bermain sepak bola mini,” demikian Martin.

Baca juga: Sekda Gumas: Pastikan APBD berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat

Baca juga: Pemkab Gunung Mas berharap perluasan SPBU pacu perekonomian di kecamatan

Baca juga: Forum Lansia Mihing Raya Gumas resah didatangi kelompok mengaku dokter