Kuala Kurun (ANTARA) - Forum Lanjut Usia (Lansia) Kecamatan Mihing Raya, Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah menyampaikan sejumlah aspirasi kepada pemerintah kabupaten saat pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) kecamatan.

Perwakilan Forum Lansia Mihing Raya Almis T. K saat musrenbang kecamatan di Kelurahan Kampuri, Selasa, menyampaikan salah satu yang menjadi keresahan dirinya adalah munculnya kelompok yang mengaku-ngaku dokter di kecamatan setempat, baru-baru ini.

"Mereka mengaku berasal dari luar daerah dan masuk ke rumah-rumah dengan sasaran lansia, tapi tidak ada surat resmi. Ini sangat meresahkan," ungkapnya.

Tidak diketahui secara pasti apa tujuan dari kelompok yang mengaku-ngaku dokter tadi. Sebab saat kelompok tersebut tidak bisa menunjukkan surat tugas atau surat resmi, dirinya langsung menolak kunjungan mereka.

Almis menduga kelompok tersebut merupakan penipu, sehingga harus diwaspadai. Oleh sebab itu, ia berharap pemerintah dan pemangku kepentingan terkait terus memberi pemahaman kepada masyarakat khususnya lansia, agar tidak menjadi korban penipuan.

Baca juga: Seorang pemancing di Gumas meninggal akibat terseret arus Sungai Rungan

Lebih lanjut, Forum Lansia Mihing Raya juga menyoroti penggunaan knalpot brong pada kendaraan roda dua, yang acap mengganggu waktu istirahat masyarakat setempat. Ia berharap ada penanganan khusus terhadap kendaraan-kendaraan tersebut.

Pergaulan remaja juga menjadi perhatian serius bagi Kelompok Lasia Mihing Raya, mengingat di sejumlah kesempatan, khususnya di luar jam pelajaran sekolah, dirinya menemukan sejumlah pelajar yang bergerombol tanpa tujuan jelas.

"Saya harap ada kerja sama antara pihak sekolah, orang tua, dan pemangku kepentingan terkait lainnya, supaya para pelajar tadi tidak melakukan hal-hal negatif yang dapat merusak masa depan mereka," imbuhnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Bidang Pengendalian dan Penanggulangan Penyakit di Dinas Kesehatan Gumas Waltiana menilai langkah yang dilakukan Almis, yang menolak kunjungan kelompok mengaku-ngaku dokter namun tidak menunjukkan surat resmi, sudah tepat karena tidak menutup kemungkinaan kelompok tersebut penipu.

"Ke depan, jika ada orang-orang tertentu yang mengaku dokter, maka masyarakat hendaknya segera melapor ke kepala pusat kesehatan masyarakat guna menghindari penipuan," demikian Waltiana.

Baca juga: Berikut prioritas pembangunan Pemkab Gumas pada 2027

Baca juga: Resmi dimulai, pembangunan Sekolah Rakyat Gumas ditargetkan rampung Juni

Baca juga: Personel gabungan padamkan kebakaran 10 hektare lahan di Gumas