
Pasangan calon haji asal Kotim diterbangkan ke Madinah setelah sempat tertunda

Sampit (ANTARA) - Pasangan jamaah calon haji (JCH) asal Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, akhirnya diterbangkan ke Madinah setelah keberangkatan mereka sempat tertunda akibat kondisi kesehatan yang sempat menurun.
“Setelah menjalani rawat inap selama tiga hari, yang bersangkutan akhirnya dinyatakan sehat dan layak terbang,” kata Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kotim, Tiariyanto di Sampit, Kamis.
Pasangan tersebut bernama Muhammad Sahnul Basri berusia 60 tahun dan Siti Jamilah Rizkiman berusia 56 tahun. Pasangan suami istri tersebut awalnya dijadwalkan berangkat bersama Kloter 6 Embarkasi Banjarmasin pada Sabtu (2/5).
Namun, sekitar 30 menit setelah tiba di asrama haji, kondisi kesehatan Muhammad Sahnul Basri mendadak menurun sehingga harus segera mendapatkan penanganan medis.
Tiariyanto mengungkapkan, pada saat itu Muhammad Sahnul Basri harus menjalani perawatan intensif selama tiga hari di RSUD Idaman Banjarbaru sebelum akhirnya dinyatakan sehat dan memenuhi syarat untuk melanjutkan perjalanan ke Tanah Suci.
“Beliau langsung dirujuk ke RSUD Idaman Banjarbaru untuk mendapatkan penanganan medis,” bebernya.
Ia melanjutkan, petugas kesehatan langsung mengambil tindakan cepat dengan merujuk yang bersangkutan ke rumah sakit agar memperoleh perawatan lebih lanjut sebelum diputuskan kelayakan keberangkatannya.
Setelah kondisi kesehatannya membaik dan hasil pemeriksaan menunjukkan layak terbang, Muhammad Sahnul Basri dijemput oleh Balai Karantina Kesehatan Banjarmasin untuk kembali ditempatkan di asrama haji bersama istrinya sambil menunggu jadwal penerbangan selanjutnya.
Baca juga: Bulog Kotim optimalkan serapan gabah sebelum kemarau panjang
Keduanya kemudian diberangkatkan menuju Madinah bersama Kloter 9 Embarkasi Banjarmasin pada Rabu (6/5) pukul 09.05 WITA menggunakan pesawat Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GIA 8109.
Dalam kelompok terbang tersebut terdapat sebanyak 356 jemaah haji yang diberangkatkan ke Arab Saudi dengan estimasi tiba di Madinah sekitar pukul 17.00 waktu setempat.
Tiariyanto menuturkan, keberangkatan pasangan asal Kotim itu dilakukan dengan menggantikan jemaah asal Kabupaten Tanah Laut yang mengalami penundaan keberangkatan pada Kloter 9.
Seluruh kuota pada kloter Embarkasi Banjarmasin pada dasarnya telah terisi penuh. Namun, setiap calon jemaah tetap diwajibkan menjalani pemeriksaan kesehatan ulang menjelang keberangkatan guna memastikan kondisi fisik benar-benar siap melakukan perjalanan jauh.
“Kalau hasil pemeriksaan tidak layak terbang, maka kursinya akan diisi oleh jemaah lain yang sudah disiapkan,” terangnya.
Sementara itu, total jamaah calon haji asal Kotim pada musim haji 2026 tercatat sebanyak 171 orang. Ratusan calon haji tersebut dibagi ke dalam tiga kelompok terbang berbeda.
Sebanyak 165 calon haji telah diberangkatkan melalui Kloter 6, kemudian dua jamaah masuk dalam Kloter 9, sedangkan empat jamaah lainnya dijadwalkan berangkat melalui Kloter 19 pada 20 Mei 2026 mendatang.
“Harapan kami seluruh jamaah haji asal Kotim dapat menjalankan ibadah dengan lancar, sehat dan kembali ke tanah air dalam keadaan selamat serta menjadi haji yang mabrur,” demikian Tiariyanto.
Baca juga: Pemkab Kotim perkuat bimbingan pengadaan barang jasa di desa cegah pelanggaran
Baca juga: Legislator Kotim desak usut tuntas terkait SK mutasi palsu ASN
Baca juga: Legislator Kotim optimis turnamen basket pelajar ajang regenerasi atlet
Pewarta : Devita Maulina
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026
