Pulang Pisau (ANTARA) - Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pulang Pisau, Kalimantan Tengah dr Muliyanto Budihardjo mengatakan masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit campak yang mulai muncul di kabupaten setempat. 

"Ada satu kasus pasien menjalani perawatan di RSUD Pulang Pisau, sementara beberapa lainnya menjalani pengobatan rawat jalan dan sekitar tiga orang yang berobat ke tempat praktik dokter,” kata Muliyanto Budihardjo di Pulang Pisau, Sabtu. 

Muliyanto menerangkan, peningkatan kasus campak di kabupaten setempat masih tergolong rendah dan belum menunjukkan lonjakan mengkhawatirkan. Ia mengingatkan kepada masyarakat agar tidak lengah terhadap pencegahan penyakit tersebut.

“Masyarakat tetap perlu waspada dan tidak menganggap remeh penyakit ini, terutama bagi keluarga yang memiliki bayi dan anak-anak,” ujar Muliyanto. 

Baca juga: Kapolda Kalteng serahkan bantuan bedah rumah warga tidak layak huni di Pulpis

Ia menegaskan, langkah pencegahan paling penting adalah memastikan anak-anak mendapatkan imunisasi lengkap sesuai anjuran tenaga kesehatan.

Menurutnya, orang tua diminta segera membawa anak ke fasilitas kesehatan apabila belum memperoleh imunisasi campak.

“Apabila ada bayi atau anak yang belum mendapat imunisasi sebaiknya segera dibawa ke dokter atau bidan agar mendapatkan imunisasi,” jelasnya.

Penyakit campak atau measles, papar Muliyanto, merupakan penyakit infeksi virus yang bersifat akut dan sangat mudah menular. Penyakit ini lebih sering menyerang anak-anak, namun orang dewasa juga berisiko terinfeksi.

"Gejala umumnya ditandai demam tinggi, batuk, pilek, mata merah serta ruam kemerahan pada kulit,” jelasnya. 

Dia mengatakan campak berasal dari virus paramyxovirus yang menyebar melalui percikan batuk dan bersin. Penularannya sangat cepat sehingga berpotensi menimbulkan berbagai komplikasi.

"Dampaknya dapat ringan hingga berat seperti pneumonia, radang otak, diare berat, dehidrasi, infeksi telinga bahkan kebutaan," paparnya. 

Menurutnya, virus campak termasuk salah satu virus yang tingkat penularannya sangat tinggi. Penularan dapat terjadi melalui udara maupun kontak langsung dengan cairan penderita. Bahkan virus tersebut mampu bertahan di udara atau pada permukaan benda selama beberapa waktu.

"Kasus komplikasi berat sebenarnya jarang terjadi asalkan keluarga lebih peduli terhadap kesehatan anak dan memastikan imunisasinya lengkap,” demikian Muliyanto Budihardjo.

Baca juga: DPMPTSP Pulang Pisau fasilitasi kerja sama Bulog dan pedagang

Baca juga: PLTU Pulang Pisau manfaatkan FABA untuk tiga kebutuhan utama

Baca juga: Pemkab Pulang Pisau tindaklanjuti penataan TPA di Gohong