Pulang Pisau (ANTARA) - Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Pulang Pisau, Kalimantan Tengah Zulkadri mengatakan target Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2026 ditetapkan mencapai Rp89,7 miliar.
“Hingga triwulan pertama tahun 2026, realisasi PAD telah mencapai 19,47 persen dari target yang ditetapkan,” kata Zulkadri di Pulang Pisau, Senin.
Menurut Zulkadri, kontribusi terbesar terhadap PAD berasal dari pengelolaan pajak daerah yang berada di Bapenda. Retribusi daerah juga memiliki kontribusi relatif merata di berbagai perangkat daerah.
“Kalau kontribusi terbesar tentu dari Bapenda melalui pengelolaan pajak daerah, sementara retribusi hampir merata di semua perangkat daerah,” ujarnya.
Ia mengungkapkan kontribusi terkecil berasal dari tingkat kecamatan dengan target sekitar Rp2,5 juta. Zulkadri menerangkan hingga triwulan pertama tahun 2026 belum menunjukkan realisasi akibat keterbatasan objek pajak yang dimiliki pemerintah kecamatan.
“Kecamatan memang targetnya kecil sekitar Rp2,5 juta. Kendala utama hanya pada pemanfaatan objek pajak daerah yang terbatas,” ungkapnya.
Baca juga: Bupati Pulang Pisau ingatkan gali PAD tanpa bebani masyarakat
Zulkadri menyebut kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah setempat agar kembali dilakukan optimalisasi secara teknis di masing-masing perangkat daerah untuk meningkatkan capaian PAD secara menyeluruh.
Ia menjelaskan upaya optimalisasi PAD dilakukan melalui langkah intensifikasi dengan memaksimalkan sumber-sumber internal yang ada. Langkah tersebut juga bertujuan meningkatkan efektivitas pemungutan pajak dan retribusi daerah.
“Memaksimalkan sumber internal untuk tingkatkan efektivitas pemungutan pajak serta retribusi,” ujarnya.
Bapenda terus meningkatkan pelayanan serta mempermudah kanal pembayaran untuk mendorong kepatuhan masyarakat dalam memenuhi kewajiban pajak dan retribusi daerah sebagai bagian dari pembangunan.
Baca juga: DLHK Pulang Pisau prioritaskan bantuan sarpras kepada MPA
Baca juga: Waket DPRD Pulang Pisau akui sektor pendidikan ikut terdampak efisiensi anggaran
Baca juga: Dispursip Pulang Pisau: Literasi bukan hanya tentang membaca