Palangka Raya (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) membagi wilayahnya menjadi tiga zona strategis dalam upaya mengoptimalkan pengembangan potensi ataupun perekonomian daerah.
"Pengembangan potensi tersebut kami arahkan secara terencana melalui pembagian tiga zona utama, yaitu zona barat, tengah dan timur yang masing-masing memiliki keunggulan komparatif dan kompetitif," jelas Gubernur Kalteng Agustiar Sabran di Palangka Raya, Senin.
Hal ini dilatarbelakangi wilayah Kalteng yang luas dengan sumber daya alam melimpah, sehingga perlu upaya tepat untuk mengoptimalkan potensi dan peluang investasi sangat strategis dan prospektif ke depan.
Agustiar menjabarkan di zona barat terdapat potensi besar pada sektor kelapa sawit, pertambangan yakni baja dan nikel, pariwisata serta perikanan modern.
Perikanan modern ini di antaranya berupa pengembangan shrimp estate udang vaname sebagai bagian dari program strategis daerah. Pemprov Kalteng saat ini telah mengembangkan Program Shrimp Estate udang vaname seluas kurang lebih 40,17 hektare yang berlokasi di Desa Sungai Raja, Kecamatan Jelai, Kabupaten Sukamara dengan kapasitas produksi mencapai sekitar 335 ton per siklus panen.
"Program ini merupakan langkah konkret dalam mendorong hilirisasi sektor perikanan, peningkatan ekspor, serta penguatan ketahanan pangan daerah," jelasnya.
Kemudian zona tengah berkembang sektor pertanian berbasis food estate, perkebunan, pertambangan seperti bauksit dan emas, perikanan air tawar, industri kreatif, serta pengolahan hasil hutan maupun kebudayaan.
Selanjutnya zona timur memiliki potensi unggulan di sektor pertambangan seperti batu bara, emas dan mineral strategis, hasil hutan dan pengembangan perkebunan, hortikultura dan perikanan air tawar.
Selain itu, pemprov juga mengembangkan beberapa demplot terpadu di sektor pertanian, perikanan dan peternakan yang tersebar di tiga wilayah Kalimantan Tengah.
Program ini diarahkan sebagai model pengembangan ekonomi berbasis kawasan terintegrasi, guna meningkatkan produktivitas, efisiensi serta mendorong kemandirian pangan dan kesejahteraan masyarakat.
"Dalam melaksanakan berbagai program prioritas itu, kami juga senantiasa memastikan keselarasan dengan arah kebijakan nasional, khususnya mengacu pada Program Asta Cita Presiden Republik Indonesia Bapak Prabowo Subianto sebagai landasan mewujudkan pembangunan yang berdaulat, mandiri, dan berkelanjutan," tegas gubernur.
Baca juga: Kalteng raih penghargaan nasional, pacu digitalisasi dan akses pendidikan inklusif
Baca juga: Kalimantan Tengah optimalkan Reforma Agraria percepat legalisasi aset
Baca juga: Pemprov Kalteng-UMPR kolaborasi cetak 2.000 SDM pertanian
Baca juga: Kalimantan Tengah dan Jawa Timur hasilkan Rp2 T dalam transaksi dagang-investasi