Muara Teweh (ANTARA) -
Pemerintah Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) memaparkan rencana pembangunan infrastruktur dengan skema kontrak tahun jamak (multiyears contract) periode 2026–2029.
"Proyek tahun jamak ini difokuskan pada pembangunan tiga jembatan strategis guna meningkatkan konektivitas antar wilayah," kata Kepala Dinas PUPR Barito Utara Muhammad Iman Topik di Muara Teweh, Kamis.
Hal itu disampaikan dia dalam rapat di ruang rapat paripurna DPRD Barito Utara dihadiri Bupati Shalahuddin, Wakil Bupati Felix Sonadie Y Tingan, Sekda Muhlis, kepala perangkat daerah. Rapat di pimpin Ketua DPRD Mery Rukaini dan dihadiri Wakil Ketua I dan Wakil Ketua II DPRD serta anggota DPRD lainnya.
Topik menjelaskan program multiyears ini merupakan bagian dari upaya percepatan pembangunan daerah yang selaras dengan Program Gaspol 11–12 Bupati Barito Utara dan Wakil Bupati.
“Tiga jembatan yang menjadi prioritas yakni Jembatan Tumpung Laung, Jembatan Lemo dan Jembatan Lahei. Pembangunan ini sangat penting mengingat kondisi geografis daerah kita yang didominasi sungai,” ujar Topik.
Ia menegaskan, keberadaan infrastruktur jembatan akan memberikan dampak signifikan terhadap mobilitas masyarakat serta distribusi barang dan jasa.
Menurutnya, peningkatan konektivitas menjadi kunci dalam membuka keterisolasian wilayah dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
“Penyediaan infrastruktur transportasi yang memadai akan mempercepat konektivitas, membuka keterisolasian wilayah, serta meningkatkan akses masyarakat terhadap pusat-pusat kegiatan ekonomi,” lanjutnya.
Bupati Barito Utara Shalahuddin, Wakil Bupati Felix Sonadie Y Tingan, Sekda Muhlis dan kepala dinas terkait menghadiri paparan pembangunan infrastruktur dengan skema kontrak tahun jamak (multiyears) 2026–2029 di Muara Teweh, Kamis (30/4/2026). ANTARA/HO-Dinas Kominfosandi Barito Utara
Selain pembangunan jembatan, program ini juga mencakup peningkatan sejumlah ruas jalan, di antaranya Jalan Kilometer 34–Simpang Mampuak–Simpang Benangin di Kecamatan Teweh Timur serta penataan jalan dalam Kota Muara Teweh.
Baca juga: Tinjau Jembatan Lahei dan Jalan Malawaken, Shalahuddin pastikan pembangunan tepat sasaran
Ia menambahkan, melalui program MYC ini, pemerintah daerah menargetkan pemerataan pembangunan hingga ke wilayah seberang sungai serta mendukung pengembangan kawasan strategis di berbagai sektor, seperti pertanian, perkebunan, dan perdagangan.
“Dengan adanya pembangunan ini, diharapkan akses transportasi semakin lancar, aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat meningkat, serta wajah kota menjadi lebih representatif,” katanya.
Baca juga: Bupati Shalahuddin terima tiga penghargaan Bangga Kencana Kalteng
Program ini direncanakan berjalan selama empat tahun, mulai 2026 hingga 2029, dengan harapan pelaksanaannya dapat berlangsung secara efektif, efisien, dan berkesinambungan sesuai target yang telah ditetapkan.
Paparan tersebut mendapat perhatian dari pimpinan dan anggota DPRD Barito Utara yang turut memberikan berbagai masukan guna mengoptimalkan pelaksanaan pembangunan infrastruktur di daerah.
Pemerintah Kabupaten Barito Utara optimistis program strategis ini mampu mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara merata.
Baca juga: Pemkab Barut komitmen pengadaan tanah Jembatan Lahei transparan dan berkeadilan
Baca juga: DPUPR Barito Utara koordinasi ke Kementerian PU pacu pembangunan tiga jembatan
Baca juga: Pemkab Barito Utara matangkan kajian lokasi pembangunan Jembatan Lahei