Palangka Raya (ANTARA) - Balai Taman Nasional Sebangau (BTNS) memanfaatkan momentum Hari Pendidikan Nasional untuk mengedukasi anak-anak tentang pentingnya menjaga lingkungan melalui peluncuran buku cerita berjudul Puyu pada Sabtu (2/5) di Palangka Raya.
Kepala Balai Taman Nasional Sebangau, Ruswanto, mengatakan buku tersebut dirancang sebagai media pembelajaran yang dekat dengan dunia anak. Melalui sudut pandang ikan puyu, anak-anak diajak memahami ekosistem sungai dan rawa serta pentingnya pelestarian habitat.
“Kami ingin memberikan edukasi terkait habitat di Taman Nasional Sebangau melalui buku cerita anak,” kata Ruswanto saat membuka acara.
Ia menjelaskan, upaya meningkatkan minat baca perlu didukung dengan bahan bacaan yang menarik dan relevan. Terlebih, anak-anak berada pada fase usia emas (golden age) yang memiliki kemampuan tinggi dalam menyerap informasi sekaligus membentuk karakter dasar.
Taman Nasional Sebangau edukasi anak lewat buku cerita lingkungan lewat peluncuran buku Puyu di Palangka Raya, Sabtu. (ANTARA/Rendhik Andika)
Penulis buku, Novianti Nugraheni, menerangkan bahwa cerita dalam buku tersebut dikemas dengan bahasa sederhana namun sarat nilai moral dan kepedulian lingkungan. Pemilihan tokoh ikan puyu juga didasarkan pada kekayaan hayati lokal di kawasan Sebangau.
“Ikan puyu adalah ikan lokal di sini, sehingga anak-anak bisa merasa dekat dengan ceritanya. Tokohnya sederhana, berani, dan mencerminkan rasa ingin tahu anak-anak,” katanya.
Ia menambahkan, buku Puyu lahir dari hasil penelitian identifikasi ikan di kawasan Taman Nasional Sebangau. Melalui karya tersebut, diharapkan anak-anak tidak hanya gemar membaca, tetapi juga tumbuh menjadi generasi yang peduli terhadap kelestarian hutan dan lingkungan.
Selain peluncuran buku, kegiatan juga melibatkan berbagai mitra konservasi seperti Yayasan Borneo Nature Indonesia (YBNI), bersama komunitas literasi dan sejumlah pihak lainnya.
Kolaborasi ini diharapkan mampu memperkuat penyediaan edukasi lingkungan yang berkualitas dan inspiratif bagi anak-anak.
“Kegiatan ini didukung berbagai mitra konservasi dan komunitas literasi, sehingga pesan yang disampaikan bisa lebih luas dan berdampak,” kata Novi.
Baca juga: May Day Kalteng kondusif, Gubernur hadirkan ruang dialog bersama pekerja
Baca juga: Pendidikan Kalimantan Tengah semakin maju
Baca juga: Wamendikdasmen dorong Pemkab Pulang Pisau pacu kualitas SDM tenaga pendidik
Baca juga: Peringati Hardiknas di Kalteng, Wamendikdasmen minta generasi muda sadar ekologis