Muara Teweh (ANTARA) - Kontingen Kabupaten Barito Utara siap mengikuti Festival Budaya Isen Mulang (FBIM) tingkat Provinsi Kalimantan Tengah pada 15-23 Mei 2026 di Kota Palangka Raya.

"Kontingen Barito Utara diperkuat 143 orang yang meliputi seniman, seniwati, atlet olahraga tradisional, perajin kenta dan uwei, serta pelatih, pendamping, dan ofisial," kata Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Barito Utara Pariadi AR di Muara Teweh, Selasa. 

Menurut dia, kegiatan akan dilaksanakan antaranya Betang Eka Ngaderang, Aula Kantor PKK Provinsi Kalimantan Tengah, GOR Indoor Serbaguna, Bundaran Besar, Swiss-Belhotel Danum, bawah Jembatan Kahayan, halaman Budpar Provinsi Kalteng, hingga Stadion Tuah Pahoe.

Cabang lomba yang diikuti meliputi Sepak Sawut, Balogo, Bagasing, Manyipet, Mangaruhi, Besei Kambe, Pawai Budaya, Parade Tari Kreasi, Parade Seni Lisan, Manjawet Uwei, Mangenta, serta Jagau Nyai Kalimantan Tengah.

Pariadi AR juga mengungkapkan bahwa pihaknya terus berupaya memaksimalkan partisipasi kontingen meskipun dihadapkan pada keterbatasan dan efisiensi anggaran.

“Terkait keterbatasan serta efisiensi anggaran, kami berupaya semaksimal mungkin untuk menambah dan mengefektifkan keikutsertaan tim pawai budaya dengan memberi tugas tambahan kepada beberapa anggota kontingen untuk menjadi pendukung tim Barito Utara pada lomba pawai budaya yang membutuhkan sekitar 30 personel,” jelas Pariadi AR.

Ia berharap seluruh kontingen dapat tampil maksimal dan mampu mengharumkan nama Kabupaten Barito Utara pada ajang Festival Budaya Isen Mulang Tahun 2026 di Palangka Raya.

Bupati Barito Utara Shalahuddin melalui Asisten Pemerintahan dan Kesra Eveready Noor secara resmi melepas kontingen daerah setempat untuk mengikuti FBIM Kalteng 2026. 

“Semangat Isen Mulang harus menjadi motivasi untuk tampil maksimal, percaya diri, disiplin, serta menjunjung tinggi sportivitas dan persaudaraan,” kata Bupati Shalahuddin dalam sambutannya disampaikan Eveready Noor.

Dia mengatakan, FBIM bukan hanya sekadar kegiatan seremonial tahunan maupun ajang perlombaan semata, tetapi menjadi wadah strategis untuk memperkuat identitas budaya daerah serta melestarikan nilai-nilai luhur budaya Dayak dan budaya lokal yang diwariskan para leluhur.

Semangat “Isen Mulang” yang berarti pantang mundur dan pantang menyerah harus tertanam kuat dalam diri seluruh peserta kontingen Kabupaten Barito Utara.

Ia menegaskan bahwa seluruh anggota kontingen merupakan duta budaya Kabupaten Barito Utara yang membawa nama baik daerah dan memperkenalkan kekayaan seni, budaya, serta olahraga tradisional kepada masyarakat luas.

“Saudara-saudara adalah duta budaya Kabupaten Barito Utara. Karena itu, tunjukkan karakter masyarakat Barito Utara yang ramah, santun, berbudaya, dan penuh semangat kebersamaan,” katanya.