Sampit (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) setempat membentuk Forum Koordinasi Lintas Sektor Bidang Literasi Digital dan Keamanan Informasi untuk mengoptimalkan pemanfaatan digital dan keamanan informasi.

"Sekarang hampir semua sistem digital. Ini juga menjadi tuntutan bagi semua OPD (organisasi perangkat daerah) karena sistem digitalisasi ini sudah menjadi kewajiban yang harus kita laksanakan. Makanya memang perlu diperkuat," kata Penjabat Sekretaris Daerah Kotawaringin Timur, Umar Kaderi di Sampit, Senin.

Menurutnya, digitalisasi sudah menjadi kebutuhan, tidak terkecuali bagi pemerintah daerah. Digitalisasi dapat memudahkan pelayanan kepada masyarakat, terlebih di masa efisiensi anggaran seperti sekarang.

Digitalisasi juga bermanfaat untuk menyampaikan informasi pembangunan kepada masyarakat. Digitalisasi juga mempermudah promosi potensi daerah dan usaha masyarakat sehingga diharapkan dapat meningkatkan investasi dan perekonomian. 

Diperlukan sumber daya manusia yang baik, terkoordinasi, serta bergerak bersama dalam mengupayakannya. Untuk itu apresiasi sekaligus harapan disampaikan kepada Diskominfo selaku instansi yang menjadi ujung tombak dalam pelaksanaannya.

"Saya berharap ini visa menjangkau hingga ke kecamatan dan desa. Kita tentu berharap forum yang ada ini nanti bisa menghasilkan keputusan yang bisa menjadi acuan kebijakan pemerintah daerah bagaimana kondisi ke depan, khususnya dalam hal pemanfaatan digitalisasi," demikian Umar.

Kepala Diskominfo Kotawaringin Timur, Cok Orda Putra Legawa mengatakan, dalam rangka mendukung upaya Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur meningkatkan literasi digital masyarakat, memperkuat keamanan informasi serta mendorong pemanfaatan teknologi digital yang produktif, aman dan berkelanjutan, diperlukan adanya sinergi kolaborasi dan koordinasi lintas sektor secara terpadu.

Untuk itulah Pemerintah kabupaten Kotawaringin Timur memandang perlu membentuk Forum Koordinasi Lintas Sektor Bidang Literasi Digital. Forum ini akan menjadi wadah resmi dalam perumusan kebijakan koordinasi program serta penguatan ekosistem digital.

Baca juga: DPRD Kotim komitmen prioritaskan Perda Disabilitas

Cok Orda menyinggung capaian Indeks Masyarakat Digital Indonesia (IMDI) pada 2025 lalu yakni sebesar 46,52 dengan kategori cukup. Nilai tersebut masih di bawah IMDI provinsi Kalimantan Tengah yang menduduki 47,31 dengan kategori cukup. 

Secara keseluruhan, nilai IMDI Kabupaten Kotawaringin Timur di bawah rata-rata Provinsi Kalimantan Tengah. IMDI Kotawaringin Timur menduduki peringkat 7 dari 14 kabupaten/kota di Kalimantan Tengah.

"Masyarakat kita ini melek digital, tapi masih perlu didorong dalam pemanfaatannya. Penguatan pada pilar literasi digital dan pemberdayaan masyarakat menjadi kunci untuk meningkatkan indeks di Kabupaten Kotawaringin Timur," tegas Cok Orda.

Lebih jauh dipaparkannya, Forum Lintas Sektoral Literasi Digital Daerah dibentuk sebagai wadah kolaboratif yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan untuk mewujudkan masyarakat digital yang cerdas, aman dan berdaya saing.

Peran utama forum ini yaitu merumuskan kebijakan, menyelaraskan program, memperkuat kolaborasi serta memantau dan mengevaluasi pelaksanaan literasi digital di Kabupaten Kotawaringin Timur. Tujuan bersama yang ingin dicapai yaitu meningkatkan kapasitas masyarakat dalam memanfaatkan teknologi digital secara aman, produktif dan berkelanjutan untuk mendukung pembangunan daerah dan peningkatan nilai IMDI Kotawaringin Timur.

Peserta forum lintas sektoral literasi digital daerah terdiri dari pemerintah, dunia usaha, media, komunitas serta akademisi. Partisipasi semua pihak sangat diharapkan dalam kolaborasi ini.

Pemerintah melalui organisasi perangkat daerah berperan dalam pengarah kebijakan dan koordinasi program literasi digital daerah.

Dunia usaha berperan melalui industri dan UMKM digital dalam hal penyedia teknologi dukungan pendanaan dan peluang penerapan literasi digital.

Media merujuk pada media massa dan influencer sebagai penyebar informasi edukasi dan kampanye literasi digital yang positif. 

Komunitas yaitu komunitas dan relawan digital sebagai penggerak literasi digital di masyarakat dan pendamping kelompok rentan. Selanjutnya, akademisi atau perguruan tinggi sebagai penyedia riset inovasi dan pengembangan kurikulum serta pelatihan.

Baca juga: Wabup Kotim minta Pemprov Kalteng perjuangkan nasib petani sawit

Cok Orda menyampaikan alasan mendesak sehingga forum ini segera dibentuk, yakni mempertimbangkan nilai literasi digital belum merata antara wilayah dan kelompok masyarakat. 

Risiko ruang digital semakin kompleks yakni hoaks, penipuan, keamanan data, cybercrime, ujaran kebencian dan lainnya. Selain itu, program literasi berjalan sendiri-sendiri belum terkoordinasi optimal. 

Perlu kolaborasi pentahelix untuk hasil yang lebih besar dan berkelanjutan. Hal lainnya yaitu untuk mendukung peningkatan nilai IMDI Kabupaten Kotawaringin Timur. 

Tujuan forum ini yaitu mewujudkan koordinasi dan sinergi program literasi digital lintas sektor, meningkatkan kapasitas dan kompetensi masyarakat dalam pemanfaatan teknologi digital secara aman, etis dan produktif. 

Selain itu memperkuat ekosistem literasi digital yang inklusif dan berkelanjutan, mendukung peningkatan nilai IMDI Kabupaten Kotawaringin Timur, serta mendorong terciptanya masyarakat yang cerdas digital, aman, dan berdaya saing. 

Melalui forum ini, diharapkan program lebih terarah, terintegrasi dan tepat sasaran. Selain itu efisiensi sumber daya melalui kolaborasi lintas sektor, peningkatan literasi digital masyarakat secara merata, mendorong inovasi dan ekonomi digital daerah serta mewujudkan masyarakat yang cerdas, aman dan berdaya di ruang digital. 

Sementara itu, disiapkan lima program prioritas 2026-2027 untuk mendorong peningkatan literasi digital yang inklusif produktif dan berkelanjutan di Kabupaten Kotawaringin Timur.

Program tersebut yaitu pendidikan digital berupa literasi digital di sekolah madrasah dan pesantren, pemberdayaan masyarakat berupa literasi digital untuk komunitas dan desa digital, keamanan digital berupa edukasi keamanan data pribadi anti hoax dan anti penipuan digital, ekonomi digital berupa pelatihan UMKM go digital dan pemasaran digital, serta inovasi dan teknologi yakni untuk mendorong inovasi dan adopsi teknologi untuk solusi daerah.

"Kami sangat berharap dukungan dari semua pihak. Ini merupakan upaya kita bersama demi kemajuan masyarakat Kabupaten Kotawaringin Timur," demikian Cok Orda Putra Legawa. 

Baca juga: Pemkab Kotim siapkan opsi alternatif bantu guru pasca rumah dinas terbakar

Baca juga: Kadin optimistis kehadiran Super Air Jet dongkrak ekonomi Kotim

Baca juga: BPS Kotim tegaskan Sensus Ekonomi 2026 tidak terkait pajak