
Kader Posyandu Kotim diminta percepat penginputan data

Sampit (ANTARA) - Pembina Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, meminta seluruh kader dan operator di tingkat desa serta kelurahan untuk segera melakukan penginputan data publikasi Hari Posyandu Nasional tahun 2026 secara akurat sebelum batas waktu yang telah ditentukan.
“Diharapkan proses input tepat waktu sesuai jadwal yang telah ditentukan sebelum 29 mei 2026," kata Ketua Tim Pembina Posyandu Kotim, Khairiah Halikinnor di Sampit, Senin.
Langkah strategis ini merujuk pada Surat Sekretaris Daerah Kabupaten Kotawaringin Timur Nomor: 400.10/200/dpmd-pmd/v/2026 yang diterbitkan pada 04 Mei 2026, tentang instruksi untuk menyemarakkan peringatan Hari Posyandu Nasional di wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur.
Khairiah menjelaskan, kegiatan penginputan data bukan sekadar proses administrasi, tetapi merupakan bagian penting dalam pelaporan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan posyandu secara nasional.
Proses pelaporan digital yang tertib dinilai sangat krusial agar seluruh pergerakan dan capaian pelayanan kesehatan di tingkat bawah dapat terekam dengan baik oleh pemerintah pusat.
“Ini juga menjadi bahan rujukan penting untuk kebijakan program kesehatan masyarakat pada masa mendatang,” ujarnya.
Baca juga: Pangdam pastikan lahan pembangunan Yonif TP 923/Mentaya di Kotim bebas sengketa
Oleh karena itu, Khairiah menekankan beberapa poin penting yang harus dipatuhi oleh para petugas di lapangan demi menjaga validitas data, mengingat hasil input tersebut akan mencerminkan keseriusan daerah dalam mengelola pelayanan kesehatan berbasis masyarakat.
Ia mengharapkan kepada seluruh petugas atau operator desa dan kelurahan agar menginput data secara lengkap, benar dan sesuai ketentuan yang telah ditetapkan, termasuk memastikan foto dan dokumentasi kegiatan yang diunggah harus terlihat jelas serta relevan dengan kegiatan.
Melalui kedisiplinan para operator dalam menyajikan data yang bersih dan bebas dari kekeliruan input ganda, Kabbupaten Kotawaringin Timur diharapkan dapat memberikan kontribusi laporan yang maksimal dan menjadi contoh yang baik dalam evaluasi posyandu di tingkat nasional.
“Pesan saya kepada seluruh kader Posyandu, perhatikan kesesuaian identitas wilayah, tanggal kegiatan dan jenis pelayanan yang dilaksanakan, tidak melakukan penginputan ganda ataupun data yang belum diverifikasi,” demikian Khairiah.
Baca juga: Diskominfo Kotim gagas Forum Literasi Digital perkuat literasi dan keamanan informasi
Baca juga: DPRD Kotim komitmen prioritaskan Perda Disabilitas
Baca juga: Wabup Kotim minta Pemprov Kalteng perjuangkan nasib petani sawit
Pewarta : Devita Maulina
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026
