
Pawai obor konsisten meriahkan malam Idul Adha di Sampit

Sampit (ANTARA) - Suasana malam Idul Adha di Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, kembali semarak dengan gelaran pawai obor yang telah menjadi tradisi tahunan yang melibatkan puluhan kelompok peserta dari sekolah, kelurahan hingga masyarakat umum.
“Ini merupakan acara tahunan yang diselenggarakan di Kecamatan Baamang, sebagai tradisi tahunan syiar Islam yang telah berlangsung selama 13 tahun berturut-turut,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Camat Baamang Yudi Aprianur di Sampit, Selasa malam.
Kegiatan ini disambut antusias warga yang tampak memadati ruas jalan yang dilalui rombongan pawai sejak malam hari. Cahaya obor yang menyala berjejer panjang berpadu dengan lantunan takbir, tabuhan rebana, kendaraan hias hingga berbagai atribut kreatif peserta, menciptakan suasana meriah yang menjadi hiburan masyarakat menjelang Hari Raya Idul Adha.
Yudi menjelaskan mengatakan kegiatan tersebut merupakan agenda tahunan Kecamatan Baamang yang pelaksana utamanya digerakkan oleh Kwartir Ranting (Kwaran) Gerakan Pramuka Kecamatan Baamang.
Peserta pawai berasal dari berbagai unsur masyarakat, mulai dari pelajar, organisasi masyarakat, kelurahan hingga warga umum yang bersama-sama memeriahkan malam takbiran melalui pawai obor keliling.
Menurut Yudi, kegiatan tersebut bukan sekadar tradisi tahunan, tetapi juga menjadi sarana syiar Islam bagi masyarakat Kecamatan Baamang dalam menyambut Hari Raya Idul Adha.
Pawai pawai obor ini juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk menampilkan kreativitas. Setiap tahun, kata dia, selalu ada penampilan dan konsep baru yang ditampilkan peserta, baik melalui kostum, dekorasi kendaraan maupun maskot yang dibawa saat pawai berlangsung.
“Kemeriahan tahun ini terasa lebih besar karena untuk tingkat kabupaten tidak digelar pawai takbiran keliling, sehingga perhatian masyarakat lebih terpusat pada kegiatan di Kecamatan Baamang. Kami berharap tahun depan kegiatan ini bisa kembali digelar dan bisa lebih meriah,” pungkasnya.
Baca juga: Penyebab kebakaran bangunan di Kotim didominasi korsleting listrik
Sementara itu, Ketua Panitia Dadang Siswanto menyebutkan pawai obor tahun ini diikuti sebanyak 25 kelompok peserta. Kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Kecamatan Baamang, Kwaran Gerakan Pramuka Baamang serta dukungan aparat keamanan setempat.
“Ini adalah merupakan kolaborasi antara Kecamatan Baamang bekerjasama dengan Kwaran Gerakan Pramuka Baamang dan tentunya dalam bagian pihak keamanan. Sehingga alhamdulillah setiap tahun ini bisa kita laksanakan,” ucap Dadang.
Ia menyebutkan, tujuan utama kegiatan tersebut adalah memperkuat syiar Islam sekaligus mempererat silaturahmi antara pemerintah kecamatan dengan masyarakat. Selain itu, pawai obor juga menjadi hiburan rakyat yang selalu dinantikan warga setiap tahunnya.
Terlihat sepanjang jalur pawai dipenuhi masyarakat yang berdiri di tepi jalan untuk menyaksikan iring-iringan peserta. Anak-anak hingga orang tua tampak antusias mengabadikan momen menggunakan telepon genggam saat rombongan peserta melintas membawa obor dan ornamen hias bernuansa Islami.
“Terbukti dari banyaknya masyarakat yang menonton kegiatan ini. Itu merupakan bentuk nyata bahwa acara semacam ini terus ditunggu oleh masyarakat Kecamatan Baamang,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, pawai obor juga disertai perlombaan bagi peserta dengan penampilan paling menarik. Penilaian utama difokuskan pada kreativitas peserta dalam menampilkan tema dan atraksi selama pawai berlangsung.
Meski jumlah peserta tahun ini disebut mengalami sedikit penurunan, Dadang menilai kondisi tersebut dapat dimaklumi karena faktor ekonomi masyarakat yang sedang lesu sehingga membutuhkan biaya lebih untuk menyiapkan atribut dan perlengkapan pawai.
“Kami memaklumi hal tersebut karena mungkin kondisi daya beli masyarakat sedang lesu. Sedangkan untuk mengikuti kegiatan ini tentu perlu dana untuk atribut, maskot dan semacamnya,” tuturnya.
Namun demikian, menurut dia, berkurangnya jumlah peserta tidak mengurangi semangat dan kemeriahan kegiatan. Antusiasme masyarakat yang memadati jalur pawai menjadi bukti bahwa tradisi malam Idul Adha di Kecamatan Baamang masih menjadi agenda yang dicintai warga.
Pria yang juga merupakan anggota DPRD Kotim ini menambahkan, pihaknya bersama Kecamatan Baamang sebelumnya telah mendorong agar kegiatan tersebut dapat masuk dalam kalender wisata religi daerah. Akan tetapi, rencana itu belum dapat direalisasikan karena keterbatasan anggaran dan kebijakan efisiensi.
“Tapi memperhatikan keterbatasan anggaran dan apalagi ada efisiensi, jadi yang kita harapkan itu belum bisa dilakukan pada tahun ini. Semoga di tahun-tahun mendatang itu bisa kita wujudkan secara bersama,” demikian Dadang.
Baca juga: PHBI Kotim ajak masyarakat rayakan Idul Adha dengan tertib dan khusyuk
Baca juga: DPRD Kotim dorong penambahan kuota BBM subsidi untuk petani
Baca juga: Polsek Mentaya Hulu edukasi masyarakat Ngabe terkait larangan tambang ilegal
Pewarta : Devita Maulina
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026
