Palangka Raya (ANTARA) - Pemerintah Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah (Kalteng), bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan sejumlah perbankan di daerah setempat menjalin kolaborasi dalam penguatan ekonomi daerah serta memperluas akses layanan keuangan bagi masyarakat.

Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin, di Palangka Raya, Senin, mengatakan sinergi tersebut menjadi langkah strategis dalam mendukung pengembangan ekonomi berbasis kerakyatan, khususnya melalui penguatan sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), peningkatan literasi keuangan, serta perluasan inklusi layanan perbankan di masyarakat.

“Bentuk keseriusan kolaborasi ini kami kukuhkan melalui penandatanganan perjanjian kerja sama pengembangan ekonomi daerah Provinsi Kalteng tahun 2026,” kata Fairid.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala OJK Kalteng, Direktur Utama PT Bank Kalteng, pimpinan perbankan, kepala perangkat daerah setempat, pelaku usaha, serta tamu undangan lainnya.

Fairid mengatakan bahwa Palangka Raya memiliki potensi besar untuk terus berkembang sebagai pusat perdagangan, jasa, dan pengembangan ekonomi kreatif di Kalimantan Tengah. Karena itu, kerja sama yang terjalin melalui kesepakatan tersebut dinilai penting dalam mempercepat pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

“Dengan kolaborasi yang baik, pertumbuhan ekonomi daerah akan semakin kuat dan mampu memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Fairid berharap penandatanganan kerja sama tersebut dapat membuka peluang kolaborasi yang lebih luas, khususnya dalam pengembangan sektor unggulan daerah, peningkatan investasi, penguatan UMKM, hingga penciptaan lapangan kerja bagi masyarakat.

Ia menjelaskan bentuk kolaborasi yang dijalankan meliputi edukasi pengelolaan keuangan, pendampingan pelaku UMKM, perluasan akses pembiayaan usaha rakyat, digitalisasi transaksi keuangan, hingga penguatan program tabungan dan investasi masyarakat.

Selain itu, perbankan juga didorong aktif mendukung program pembangunan daerah melalui penyaluran kredit produktif dan pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal.

Menurut Fairid, kerja sama tersebut memberikan manfaat besar bagi pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas ekonomi, meningkatkan perputaran ekonomi masyarakat, serta memperkuat daya tahan sektor usaha lokal di tengah tantangan ekonomi global yang terus berkembang.

Sementara itu, sebelumnya Kepala OJK Kalteng, Primandanu Febriyan Aziz, menegaskan komitmennya untuk terus memperluas kolaborasi dengan pemerintah daerah dalam menciptakan ekosistem keuangan yang sehat, aman, dan inklusif.

“Melalui sinergi ini, masyarakat diharapkan semakin memahami pentingnya pengelolaan keuangan yang baik sekaligus memiliki akses lebih luas terhadap layanan perbankan dan pembiayaan usaha,” katanya.

Penguatan kolaborasi tersebut juga diyakini mampu mendorong pertumbuhan investasi daerah, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta mempercepat pemulihan dan penguatan ekonomi Kota Palangka Raya secara berkelanjutan.

Baca juga: Pemkot Palangka Raya-UIN jajaki kerja sama tridharma perguruan tinggi

Baca juga: Palangka Raya jemput bola pembayaran pajak kendaraan bermotor

Baca juga: Thea Farina Embang maju pemilihan rektor UPR, bawa semangat kampus inklusif dan berdampak