Logo Header Antaranews Kalteng

Pemkot ingatkan panitia tak gunakan plastik hitam untuk daging kurban

Rabu, 27 Mei 2026 15:08 WIB
Image Print
Sejumlah warga mengemas daging kurban dari peternak lokal hasil binaan Dompet Dhuafa usai disembelih pada Hari Raya Idul Adha. ANTARA/HO-Dompet Dhuafa/am.

Palangka Raya (ANTARA) - Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan), Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah (Kalteng) Eko Hari Yuwono mengingatkan panitia tidak menggunakan kantong plastik hitam untuk membungkus daging kurban pada Idul Adha 2026.

"Pada saat penyembelihan kurban nanti, panitia agar menyediakan bakul purun, besek bambu, besek daun kelapa, besek daun pandan, daun jati dan daun pisang sebagai pengganti kantong plastik untuk mengemas daging kurban. Atau setidaknya jangan menggunakan kantong plastik hitam," kata Eko di Palangka Raya, Rabu.

Dia mengatakan, penggunaan plastik, terlebih yang berwarna hitam pada daging kurban dapat menimbulkan sejumlah dampak negatif, terutama bagi kesehatan dan lingkungan.

Plastik hitam umumnya dibuat dari bahan daur ulang yang tidak selalu memenuhi standar keamanan pangan, sehingga berpotensi mengandung zat kimia berbahaya seperti karbon, logam berat, hingga residu limbah industri.

"Jika digunakan untuk membungkus daging panas atau dalam waktu lama, zat tersebut dapat berpindah ke makanan dan berisiko bagi kesehatan masyarakat," katanya.

Pria yang juga merupakan Plt Kepala UPT Rumah Potong Hewan (RPH) Kalampangan, Palangka Raya menambahkan, dari sisi kesehatan, penggunaan plastik hitam untuk pangan dapat meningkatkan risiko paparan zat karsinogenik yang dalam jangka panjang berpotensi memicu gangguan organ tubuh, gangguan hormon, hingga penyakit kronis.

Baca juga: Wali Kota: Idul Adha momen tingkatkan kepedulian-saling berbagi sesama

Karena itu, pemerintah dan instansi kesehatan kerap mengimbau masyarakat menggunakan wadah ramah pangan seperti kantong food grade, daun pisang, besek bambu saat pembagian daging kurban atau plastik bening dan pastikan segera pindahkan ke tempat lain saat tiba di rumah.

"Untuk itu, momentum Idul Adha ini juga harus menjadi sarana edukasi publik untuk menerapkan pola hidup lebih ramah lingkungan dan sehat yang sekaligus mendukung pengurangan sampah plastik sekali pakai di Indonesia," kata Eko.

Dia menambahkan, panitia pelaksanaan kurban juga diimbau selalu menjaga dan mengendalikan kebersihan lingkungan di tempat penampungan dan pemotongan hewan kurban.

Di sisi lain, Eko juga menerangkan, pelaksanaan pembagian dan pendistribusian daging kurban menggunakan kantong plastik sekali pakai berpotensi meningkatkan timbunan sampah plastik.

"Kondisi ini dapat berdampak pada pencemaran lingkungan karena sifat kantong plastik sekali pakai yang sangat sulit terurai dan bersifat karsinogenik atau zat yang dapat menyebabkan pertumbuhan sel kanker," katanya.

Baca juga: Daftar calon rektor UPR, Tari Budayanti Usop usung kampus berbasis nilai Pancasila

Baca juga: Doktor komunikasi kritisi dampak penggunaan perangkat wearable

Baca juga: Dinas Pertanian Palangka Raya perketat pengawasan hewan kurban



Pewarta :
Editor: Muhammad Arif Hidayat
COPYRIGHT © ANTARA 2026