Palangka Raya (ANTARA) - Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Agustiar Sabran mengatakan kebijakan efisiensi anggaran adalah memastikan setiap rupiah uang rakyat menghasilkan manfaat nyata bagi rakyat, dengan fokus pada prioritas, tepat sasaran dan berdampak langsung.

"Oleh karena itu, efisiensi bukan berarti mengurangi semangat membangun," tegas Agustiar di Palangka Raya.

Hal ini kerap ia tekankan dalam berbagai pertemuan ataupun kegiatan. Gubernur Kalteng ini pun menyikapi positif kebijakan efisiensi anggaran yang diinstruksikan pusat hingga ke daerah, karena dinilai membuat pembangunan menjadi lebih efektif dan selektif.

"Efisiensi anggaran daerah tidak dipandang sebagai hambatan, melainkan langkah untuk memfokuskan anggaran agar lebih efektif dan presisi," katanya di Palangka Raya, Selasa.

Gubernur menjabarkan sebagai tindak lanjut kebijakan efisiensi, pihaknya melakukan berbagai pemangkasan biaya yang dinilai kurang esensial seperti perjalanan dinas, alat tulis kantor, hingga rapat di hotel.

"Kami ingin memastikan anggaran benar-benar hadir di tengah harapan rakyat secara terukur, dari pedalaman hingga perkotaan,” terang Agustiar.

Adanya kondisi global dan efisiensi dari pemerintah saat ini, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kalimantan Tengah tahun anggaran 2026 hanya sekitar Rp5,4 triliun.

"Walaupun dalam kondisi efisiensi anggaran seperti ini tapi pelayanan masyarakat adalah prioritas kami. Pendidikan, kesehatan, infrastruktur dan sektor strategis lainnya justru kami tingkatkan kualitasnya dengan program-program unggulan seperti Kartu Huma Betang Sejahtera (KHBS)," jelasnya.

Baca juga: Gubernur salurkan 500 hewan kurban untuk masyarakat Kalimantan Tengah

KHBS merupakan program implementasi dari komitmen kuat dirinya maupun pemerintah provinsi dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.

Kartu Huma Betang menerapkan sistem digitalisasi, sehingga pemberian bantuan sosial bisa dilakukan dengan tepat sasaran dan tepat aturan.

Adapun bantuan sosial melalui Kartu Huma Betang ini mencakup berbagai sektor, mulai dari pangan, pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, serta lainnya. Semua terintegrasi menjadi satu.

Baca juga: Pemkab Bartim segera salurkan 20 sapi kurban bantuan Pemprov Kalteng

Baca juga: Pemprov Kalteng siapkan rekrutmen 17 stafsus untuk delapan sektor, simak informasinya

Baca juga: Hari Jadi ke-69 Kalteng, Gubernur tekankan generasi muda harus jaga identitas budaya

Baca juga: Gelar RUPST 2025, Bank Kalteng bagikan dividen Rp184,2 miliar untuk pemda