Logo Header Antaranews Kalteng

Komisi II DPRD Tabalong Studi Banding Ke Barsel

Kamis, 21 Maret 2013 21:54 WIB
Image Print
ilustrasi (istimewa)
Kita juga mengkaji bagaimana tata kelola sebuah pasar tidak kumuh, termasuk bagaimana pengelolaan parkir agar arus lalu lintas tidak mengalami kemacetan,"

Buntok, Kalteng 21/3 (ANTARA) - Komisi II DPRD Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan (Kalsel) melaksanakan studi banding ke Pemkab Barito Selatan (Barsel), Kalimantan Tengah (Kalteng) terkait revitalisasi pasar tradisional.

Ketua Komisi II DPRD Tabalong H Sugianor di Buntok, Kamis mengatakan, memilih Barsel sebagai tujuan studi banding karena budaya dan kulturnya hampir sama dengan kabupaten Tabalong.

"Pada intinya tujuan kita studi banding ini karena kami ingin merevitalisasi pasar tradisional di daerah kami agar bisa berjalan dengan efektif dan efisien," katanya.

Dalam studi banding ini akan dipelajari bagaimana peraturan daerah terkait pengelolaan pasar agar biaya yang dikeluarkan untuk membangun sebuah pasar sesuai hasil yang didapatkan daerah dari pengelolaannya.

"Kita juga mengkaji bagaimana tata kelola sebuah pasar tidak kumuh, termasuk bagaimana pengelolaan parkir agar arus lalu lintas tidak mengalami kemacetan," katanya.

Oleh sebab itu, pihaknya menggali lebih dalam terkait konsep tersebut agar pasar tradisional di kabupaten Tabalong dapat terkelola dengan baik seperti halnya pasar di Barsel.

Sementara itu asisten II Setda Barsel dr Rusman Effendy menyambut baik atas kedatangan wakil rakyat dari Tabalong yang ingin mengetahui bagaimana tata cara pengelolaan pasar tradisional di Barsel.

Ia menjelaskan, Barsel memiliki 31 pasar tradisional yang tersebar di enam kecamatan dan untuk pengelolaannya hampir 80 persen sudah terlaksana dengan baik.

Pasar tradisional yang ada di Barsel kata Rusman, sudah tertata dengan apik, tidak kumuh dan memiliki areal parkir luas yang tidak mengganggu arus lalu lintas.

"Sedangkan untuk retribusi hasil dari pengelolaan pasar tersebut ikut menyumbangkan bagi pemasukan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Barsel," katanya.

(T.KR-UTG/B/S019/S019)



Pewarta :
Editor: Ronny
COPYRIGHT © ANTARA 2026