
Calon Siswa STMIK Harus Bebas Dari Narkoba

Jadi saya merasa aman dan tenang bila menguliahkan anak saya ke perguruan tinggi swasta informatika itu, walaupun jenjanjang pendidikannya masih bersifat akreditasi C,"
Palangka Raya, 10/7 (Antara) - Ketua Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Drs Sartana mengungkapkan bahwa dalam penerimaan calon mahasiswa baru tahun ajaran 2013-2014 harus terbebas dari pengguna narkoba.
"Kami bertekad menjadikan kampus STMIK ini bebas dari bahaya narkoba, terutama dalam penerimaan calon siswa STMIK Palangka Raya," kata Drs Sartana melalui Staff Akademik STMIK, Suparno di Palangka Raya, Rabu.
Suparno menjelaskan, memang seluruh mahasiswa STMIK Palangka Raya wajib mengikuti tes urine yang diselenggarakan oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Kalimantan Tengah yang bekerjasama dengan STMIK dalam penerimaan calon siswa tahun ajaran baru.
Ia menambahkan kegiatan tes urine ini akan dilakukan setelah kegiatan outbond. Dimana seluruh calon siswa STMIK wajib melakukan untuk itu agar mengetahui apakah penyalahgunaan narkoba positif atau negatif.
"Kami bukannya banyak aturan dalam melaksanakan kegiatan penerimaan calon siswa STMIK ajaran baru, melainkan menciptakan kampus kami bebas dari barang haram narkoba," ujar Staff Akademik STMIK yang akrab di panggil Parno itu.
Untuk mewujudkan suatu kampus yang bebas dari narkoba bukanlah hal yang mudah karena penanganan tidak bisa hanya dilakuan secara parsial, tetapi harus menyeluruh, multidimensi dan melibatkan berbagai unsur pemerintah maupun masyarakat.
Dan untuk upaya penanggulangan tidak hanya ditekankan pada aspek represif, kuratif dan rehabilitatif, tetapi aspek preventif pun harus mendapat perhatian yang betul-betul di galakan.
Dalam peran perguruan tinggi swasta harus lebih melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan upaya pengetahuan dan sikap mahasiswa tentang bahaya penyalahgunaan narkoba dari sejak dini.
Sementara itu orang tua calon siswa STMIK mengatakan, sangat antusias dan berterimakasih kalau memang betul program kampus STMIK bebas dari narkoba. Dan itu patut diberi apresiasi tinggi kepada pihak STMIK.
"Jadi saya merasa aman dan tenang bila menguliahkan anak saya ke perguruan tinggi swasta informatika itu, walaupun jenjanjang pendidikannya masih bersifat akreditasi C," kata salah satu orang tua calon siswa yang tidak mau disebutkan namanya.
(T.KR-RON/B/M009/M009)
Pewarta :
Editor: Ronny
COPYRIGHT © ANTARA 2026
