
Legislator Imbau Peserta Didik Gunakan Masker

Palangka Raya (Antara Kalteng) - Jajaran anggota DPRD Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah mengimbau seluruh peserta didik untuk bisa menggunakan masker menghindari kabut asap yang hingga kini masih terjadi.
"Saya prihatin sekali ketika melihat para peserta didik yakni dari tingkat Sekolah Dasar (SD) sampai Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) ketika pagi mau berangkat ke sekolah selalu menghirup udara dari asap kebakaran lahan," kata anggota Komisi C DPRD Palangka Raya Budi Susilo di Palangka Raya.
Apabila ini tidak diantisipasi dari sekarang, tidak menutup kemungkinan penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) bisa menyerang ke peserta didik kita, tambahnya.
Oleh sebab itulah, Politisi PDIP itu mengimbau kepada seluruh peserta didik yang ada di "Kota Cantik" Palangka Raya terutama guru dan orang tua bisa mengajak anaknya untuk mengenakan masker ketika hendak berangkat sekolah.
"Asap ketika menjelang pagi sangat pekat, dan ini yang sangat berbahaya bagi anak yang ingin berangkat ke sekolah di pagi hari. Peran guru dan orang tua juga harus bisa mengawasi dan antisipasi masalah penyakit ISPA yang diakibatkan dari asap kebakaran lahan," ucapnya.
Pihaknya juga berharap baik pemerintah kota maupun provinsi melalui Dinas Kesehatan bisa membagikan masker gratis kepada para anak peserta didik, khususnya pada daerah pinggiran kota. Dan jangan hanya di dalam kota saja yang dibagikan masker gratis.
Sebelumnya, Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Tengah memantau titik hotspot di provinsi setempat yang mulai banyak terlihat sejak 2 hingga 17 Agustus 2015 yang mencapai 353 titik.
Hotspot tersebut merata di seluruh kabupaten/kota dan setiap harinya mengalami peningkatan, kata Staf Bidang Deteksi Dini dan Pengolahan Data BKSDA Kalteng Andreas Dody.
"Kalau data per 16 Agustus titik hotspot hanya 25, tapi per 17 Agustus meningkat jadi 61. Hanya memang, kita belum memastikan apakah titik hotspot tersebut menimbulkan kebakaran lahan atau tidak," katanya.
Dari 353 titik hotspot per 2 hingga 17 Agustus tersebut, sebaran tertinggi berada di Kabupaten Kotawaringin Timur yang mencapai 66 titik, disusul Seruyan 56 titik, Pulang Pisau 46 titik, Kapuas 45 dan Sukamara 29 titik.
Kemudian di Kabupaten Kotawaringin Barat 27 titik, Katingan 24 titik, Barito Selatan 18 titik, Lamandau 14 titik, Gunung Mas 9 titik, Kota Palangka Raya 9 titik, Barito Utara 5 titik, Murung Raya 4 titik dan Barito Timur 1 Titik.
"Data titik hotspot ini menjadi perhatian serius BKSDA bersama BPBD Kabupaten/Kota maupun Provinsi se-Kalteng. Tim Darat telah dipersiapkan apabila ada titik hotspot yang menyebabkan kebakaran lahan," kata Andreas.
Mengenai terjadinya kebakaran di wilayah Taman Nasional Sebangau, Staf di BKSDA Kalteng ini mengaku belum dapat memberikan kepastian berapa luas lahan yang terbakar.
Dia mengatakan sekarang ini pihak BKSDA bersama BPBD Kalteng sedang fokus melakukan pemadaman. Sebab, hingga kini kebakaran masih terjadi di Taman Nasional Sebangau.
"Kebakarannya memang sudah mengecil, tapi masih rawan membesar. Kan di Taman Nasional Sebangau gambutnya tebal, jadi tetap ada kemungkinan terjadi kebakaran. Untuk penyebabnya, masih kita dalami," demikian Andreas.
Pewarta : Rendhik Andika
Editor: Zaenal A.
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
