Logo Header Antaranews Kalteng

Pemkab Barito Utara Liburkan TK Sampai SD

Jumat, 16 Oktober 2015 11:00 WIB
Image Print
Ilustrasi, Kabut asap yang kembali pekat terjadi di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah mulai terjadi antara pukul 06.00 - 12.00 siang (FOTO ANTARA Kalteng/Ronny NT)
Kita harapkan kabut asap yang melanda daerah ini segera menghilang sehingga aktivitas belajar dan mengajar kembali normal,"

Muarateweh (Antara Kalteng) - Pemerintah Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, menginstruksikan kepada semua kepala sekolah untuk meliburkan sekolah taman kanak-kanak hingga murid sekolah dasar kelas 3 akibat kabut asap yang semakin tebal.

"Permintaan libur ini kami berlakukan mulai hari ini Jumat (16/10) tidak ada batas waktunya, sambil melihat kondisi kabut asap apakah berkurang atau bertambah.Sehingga pihak sekolah diminta menyesuaikan cuaca di Muarateweh untuk meliburkan anak didiknya."kata Kepala Dinas Pendidik Barito Utara (Barut), Elpi Epanop di Muarateweh, Jumat.

Selain itu pihaknya juga meminta pihak sekolah dari SD kelas IV sampai SLTA untuk mengundurkan waktu belajarnya dari biasa pukul 07.00 WIB kini masuk menjadi pukul 08.00 WIB

"Kita harapkan kabut asap yang melanda daerah ini segera menghilang sehingga aktivitas belajar dan mengajar kembali normal," kata dia.

Elpi mengatakan pengunduran waktu belajar ini juga dilihat kondisi kabut asap, kalau memang bertambah parah kemungkinan akan diliburkan namun hanya pada tingkatan sekolah tertentu.

"Bisa saja daerah lain telah meliburkan siswanya, namun itu setiap daerah kondisi kabut asap berbeda, sehingga kami melakukan kebijakan menyesuaikan kondisi cuaca setempat," jelas dia.

Semua sekolah baik dari SD kelas IV hingga SLTA diminta tetap menyelenggarakan kegiatan belajar-mengajar seperti biasa namun jam belajar saja yang tertunda, selain itu para kepala sekolah diminta tidak mengadakan aktivitas di luar pada saat jam belajar dan ekstra kulikuler selama kabut asap masih terjadi.

"Para anak didik diminta tetap belajar dalam ruangan dan selama kegiatan belajar atau waktu istirahat diimbau menggunakan masker," katanya.

Sementara Kepala Sekolah Menengah Atas Negeri 2 Muarateweh, Hery Jhon Setiyawan pihaknya hari ini Jumat telah mengundurkan jam masuk dan memperpendek waktu di kelas akibat kabut asap semakin tebal.

"Sekolah kami terpaksa menunda jam belajar mulai hari ini, karena kabut asap semakin parah dan dikhawatirkan mengganggu kesehatan siswa," katanya.

Menurut Jhon, pengunduran jam masuk kelas merupakan kebijakan sendiri karena letak sekolah di luar kota dan parah dilanda kabut asap, sambil menunggu kebijakan dari Dinas Pendidikan.

Jam masuk pukul 07.00 WIB diundur menjadi pukul 08.00 WIB, sedangkan pulang sekolah pada hari normal jam 14.00 WIB menjadi 13.30 WIB.

"Jadi setiap mata pelajaran akan berkurang menjadi 10 menit yaitu biasanya jam belajar 45 menit menjadi 35 menit," kata dia.

Kepala Kelompok Tenaga Teknis pada Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofikasi Muarateweh Sunardi mengatakan, jarak pandang permukaan pada Jumat pagi hanya sekitar 30 meter sedangkan jarak pandang vertikal 90 feet

"Kabut asap ini bertambah parah dibanding hari kemarin, karena angin hanya berkecepatan rendah," katanya.

Sedangkan pantauan melalui satelit Terra/Aqua (NASA) pada Jumat (16/10) sampai pukul 05.00 WIB titik panas di wilayah Barito Utara tidak ada atau nihil.

"Kami tidak tahu kabut asap ini dari mana, karena deteksi satelit Modis itu untuk titik api di daerah ini hingga Jumat pagi nihil," ujar Sunardi.




Pewarta :
Editor: Ronny
COPYRIGHT © ANTARA 2026