
Warga Berharap Kunjungan Menteri Berdampak Nyata

Kunjungan itu harus mampu memberikan hasil nyata. Artinya setelah kunjungan menteri itu, upaya pemerintah pusat dalam menangani bencana kabut asap di Kalteng lebih diperkuat,"
Palangka Raya (Antara Kalteng) - Sejumlah warga Palangka Raya berharap kunjungan menteri ke wilayah tidak sekadar formalitas dalam rangka menunjukkan kepedulian pemerintah pusat kepada warga di wilayah Provinsi Kalimantan Tengah yang sedang mengalami bencana asap.
"Kunjungan itu harus mampu memberikan hasil nyata. Artinya setelah kunjungan menteri itu, upaya pemerintah pusat dalam menangani bencana kabut asap di Kalteng lebih diperkuat," kata Anita warga Jalan G.Obos XII di Palangka Raya Minggu.
Ia menilai, pemerintah pusat hingga saat ini lebih fokus terhadap penanganan bencana kabut asap di wilayah Sumatera dan kurang memperhatikan wilayah Kalimantan Tengah.
"Untuk Sumatera penanganan kabut asap sampai menggunakan pesawat, helikopter, mengerahkan tentara dalam jumlah besar dari Jawa, bahkan sampai bantuan dari luar negeri. Sementara untuk di sini dengan kondisi udaranya lebih berbahaya dibanding wilayah lain penanganan musibah ini masih kurang," katanya.
Senada dengan Anita, Adi Wibowo, warga Jalan RTA. Milono Palangka Raya juga berharap pemerintah pusat segera melakukan langkah-langkah konkrit sehingga kabut asap yang melanda Provinsi berjuluk "Bumi Tambun Bungai" sejak beberapa bulan terakhir segera usai.
"Pemerintah pusat bisa saja menurunkan TNI dan Polri sebagai tambahan kekuatan penanggulangan kebakaran yang menyebabkan kabut asap ini. Seperti di wilayah lain yang tenaga pemadamnya juga dilakukan `rolling`. Kunjungan ini jangan sekadar seremoni saja. Masyarakat Kalimantan Tengah sudah rindu untuk melihat matahari dan menghirup udara bersih," katanya.
Ia pun berharap agar pemerintah pusat terus mendorong pihak berwenang untuk terus melakukan pengusutan terhadap oknum-oknum yang dengan sengaja melakukan pembakaran lahan demi mengeruk keuntungan semata.
"Saya baca di media massa bahwa pemerintah Kalteng dan Palangka Raya khususnya telah mengeluarkan banyak biaya karena bencana asap ini. Jika ini tidak segera diselesaikan maka saya yakin anggaran berapa pun tidak akan cukup," katanya.
Sebelumnya Kementerian Sosial menyatakan akan memberikan bantuan santunan kematian bagi korban meninggal akibat kabut asap di beberapa daerah yang terdampak.
"Ya kita akan berikan bantuan santunan kematian bagi bagi warga yang meninggal karena ISPU yang diambang batas," kata Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa saat berada di Katingan Kalimantan Tengah, Minggu.
Menurut data yang dikumpulkan, hingga saat ini ada lima warga yang meninggal di Kalimantan Tengah, lima di Riau dan empat di Palembang.
Bantuan santunan yang diberikan sebesar Rp15 juta sebagai bentuk belasungkawa dari pemerintah.
Pemerintah juga menyiapkan langkah-langkah evakuasi jika kondisi udara memburuk dan salah satunya dengan opsi menyediakan alat penyaring udara (air purifier).
Kementerian Sosial memesan 7.000 unit penyaring udara yang akan diprioritaskan untuk ditempatkan di titik-titik evakuasi di Kalimantan Tengah.
Pewarta : Rendhik Andika
Editor: Ronny
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
