
Legislator: Sektor Riil Perlu Perhatian Serius

...kedepannya pemerintah bisa lebih peka terhadap permasalahan yang dihadapi masyarakat.
Sampit (Antara Kalteng) - Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah Otjim Supriatna menilai pemerintah daerah itu perlu memberikan perhatian serius pada sektor riil guna meningkatkan kesejahteraan.
"Ekonomi masyarakat Kabupaten Kotawaringin Timur, terutama kalangan petani dan nelayan saat ini sedang terpuruk, jadi pemerintah perlu melakukan penguatan ekonomi agar kesejahteraan masyarakat bisa lebih terjamin," katanya di Sampit, Senin.
Petani karetdan rotan saat ini sedang resah karena mereka kesulitan menjual hasil kebunnya. Selain kesulitan menjual hasil kebun, mereka juga mengeluhkan harga jual karet dan rotan tidak menentu.
Sedangkan nelayan Kotawaringin Timur kesulitan mendapatkan bahan bakar minyak bersubsidi. Oleh karena itu, perlu campur tangan pemerintah untuk mengatasi persoalan yang sedang dihadapi petani karet, rotan dan nelayan.
Menurut Otjim, selain petani karet dan rotan, petani padi di wilayah selatan Kotawaringin Timur juga sedang kesulitan mendapatkan pupuk subsidi dan BBM subsidi untuk operasional mesin traktor tangan
sehingga ratusan hekatare sawah petani tidak tergarap maksimal.
"Permasalahan yang dihadapi petani dan nelayan sebetulnya sudah lama terjadi, namun sayangnya sampai saat ini belum tertangani dengan baik oleh pemerintah," katanya.
Ia berharap, kedepannya pemerintah bisa lebih peka terhadap permasalahan yang dihadapi masyarakat.
"Saya lihat saat ini pemerintah Kotawaringin Timur telalu bangga dengan prestasi yang capainya, yakni laporan keuangan daerah meraih predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), yang dibutuhkan masyarakat saat ini bukan itu, namun kapan permasalahan mereka bisa diatasi," ucapnya.
Masih belum tertangani permasalahan yang dihadapi petani dan nelayan tersebut segai bukti jika kurang peduli dengan rakyatnya.
Capaian dan keberhasilan pembangunan serta tingginya pertumbuhan ekonomi hanya sebatas prestasi di atas kertas belaka karena tidak sesuai dengan fakta di lapangan.
Pewarta : Untung Setiawan
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
