Logo Header Antaranews Kalteng

PWI Kotim Dukung Program Literasi Sekolah

Sabtu, 21 Mei 2016 12:48 WIB
Image Print
Ilustrasi, PWI

Sampit (Antara Kalteng) - Persatuan Wartawan Indonesia Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah mendukung dan siap berpartisipasi dalam program Literasi Sekolah karena sangat positif bagi para siswa.

"PWI siap bekerja sama, apalagi dalam program Literasi itu juga ada disebutkan terkait materi tentang Jurnalistik. Tentu ini sesuai bidang dan profesi kita sebagai wartawan. Misalnya ada pelatihan atau kegiatan lain terkait ini, PWI siap dilibatkan," kata Ketua PWI Kotawaringin Timur, Andri Rizky Agustian di Sampit, Jumat.

Banyak hal yang bisa dilakukan untuk meningkatkan minat baca, namun perlu upaya nyata dalam memotivasi, salah satunya melalui program literasi. Cara yang dilakukan pun bisa dilakukan menyesuaikan kondisi, termasuk melalui kegiatan jurnalistik yang kini makin banyak diminati pelajar di daerah ini.

Mempelajari jurnalistik bukan berarti harus menjadi wartawan. Banyak manfaat yang didapat dari mempelajari jurnalistik, khususnya dalam mengasah kemampuan tulis-menulis yang nantinya akan berguna bagi siswa ketika mereka melanjutkan ke perguruan tinggi maupun memasuki dunia kerja di bidang apapun.

Saat ini SMA sederajat di Kotawaringin Timur, rata-rata sudah memiliki kelompok siswa jurnalis atau penulis. Bahkan beberapa di antaranya sudah bekerjasama dengan surat kabar lokal untuk memuat tulisan hasil karya para siswa.

"Kelompok-kelompok seperti ini harus kita dorong karena ini akan sangat bermanfaat dan menjadi cara mengarahkan generasi muda kita pada kegiatan positif. Apalagi, ini sejalan dengan program literasi yang dicanangkan pemerintah daerah," ujar Andri atau akrab disapa Ari.

Program literasi diluncurkan saat peringatan Hari Pendidikan Nasional di Sampit pada 2 Mei lalu. Program ini bertujuan meningkatkan memicu minat baca dan kreativitas pelajar di daerah ini.

Dalam program ini, sekolah menjadi pelaksana penumbuhan budaya literasi untuk menumbuhkembangkan budi pekerti peserta didik melalui pembudayaan ekosistem literasi sekolah yang diwujudkan dalam gerakan Literasi Sekolah agar menjadi pembelajar sepanjang hayat.

Sasaran program ini adalah menumbuhkembangkan budaya membaca, menulis dan penelitian ilmiah, budaya "mojok" di pojok baca, gerakan peduli pustaka dan jurnalistik remaja, optimalisasi perpustakaan, optimalisasi majalah dinding, optimalisasi majalan online dan buku bertabur bintang.

Ada 50 SMA/SMK/MA yang menjalankan program ini. Harapannya program ini juga akan diperluas ke tingkat SD dan SMP sederajat. Program ini didasari keprihatinan terhadap masih rendahnya minat baca masyarakat, termasuk di kalangan pelajar.

Setiap sekolah diarahkan menyiapkan tempat pojok baca, memperbanyak koleksi perpustakaan dan menggelar kegiatan terkait peningkatan minat baca. Selama ini, fasilitas yang disiapkan dinilai cukup memadai namun minat baca pelajar masih rendah.

Program "memaksa" guru mengintegrasikan tugas dan mengharuskan mencari referensinya pada buku-buku di perpustakaan. Perpustakaan digital juga sudah ada. Dinas Pendidikan juga akan turun ke sekolah-sekolah untuk melihat gerakan di sekolah untuk mendukung program ini.



Pewarta :
Uploader: Ronny
COPYRIGHT © ANTARA 2026