
Nah! Pengolahan Hasil Perikanan Seruyan Terkendala Cuaca

Kuala Pembuang (Antara Kalteng) - Pengolahan hasil perikanan di pesisir Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah terkendala cuaca berupa peningkatan intensitas hujan yang terjadi di wilayah tersebut dalam beberapa pekan ini.
"Hujan terus menjadi kendala dalam pengolahan hasil perikanan seperti ikan asin," kata salah seorang perajin ikan asin Desa Sungai Undang, Kecamatan Seruyan Hilir Romlah (55) di Kuala Pembuang, Jumat.
Secara umum perajin ikan dan udang di pesisir Seruyan masih menggunakan cara tradisional dalam mengolah hasil perikanan seperti ikan asin, kerupuk dan ebi. Salah satunya adalah menggandalkan terik matahari dalam proses pengeringan.
"Hujan yang sering terjadi membuat waktu pengeringan menjadi lebih lama sehingga produksi juga menurun," katanya.
Dalam kondisi normal, para perajin mampu memproduksi ikan asin antara 300-500 kilogram dengan proses penjemuran atau pengeringan selama tiga hari untuk ikan kecil seperti teri, selungsungan, puput, selangat.
"Sedangkan ikan besar dan berdaging tebal seperti telang, tongkol, tenggiri dan pari membutuhkan waktu penjemuran yang lebih lama," katanya.
Sementara, perajin udang ebi Juhriansyah (49) mengatakan, saat musim kering mereka mampu memproduksi ebi hingga setengah ton per bulan.
"Namun sejak curah hujan meningkat beberapa pekan terakhir produksi ebi tidak mencapai 100 kilogram," katanya.
Menurutnya, proses pembuatan ebi lebih rumit dari ikan asin atau kerupuk.
Jika disimpan terlalu lama udang akan membusuk, dan ketika kurang kering kualitas ebi menjadi kurang baik, udang ebi yang kurang kering lebih cepat rusak dan membusuk, sehingga proses pengeringan menjadi faktor penting produksi ebi.
"Tapi sama dengan yang lain, membuat ebi juga mengandalkan matahari, karena dengan dijemur kualitasnya lebih bagus daripada dikeringkan menggunakan alat atau oven," katanya.
Juhriansyah yang sudah puluhan tahun menekuni usaha pembuatan ebi mengakui, saat cuaca kurang bersahabat seperti sekarang tidak ada yang dapat dilakukan selain menunggu cuaca normal untuk kembali memaksimalkan produksi.
"Mengingat ini adalah faktor alam yang menjadi kuasa Tuhan sehingga yang bisa kita lakukan selain berusaha semampunya untuk memproduksi hasil perikanan," katanya.
Pewarta : Fahrian Adriannoor
Uploader: Admin Kalteng
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
