Logo Header Antaranews Kalteng

Harga emas 24 karat di Buntok naik

Kamis, 26 April 2018 22:30 WIB
Image Print
Ilustrasi - Pembeli sedang memilih di salah satu toko perhiasan emas. (ANTARA FOTO/Basri Marzuki)

Buntok (Antaranews Kalteng) - Harga emas 24 karat di Buntok, Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah terus mengalami kenaikan hingga Rp580 ribu per gram saat ini, kata Kabid Perdagangan Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM Barito Selatan, Junaidi.

"Kenaikan harga emas 24 karat terjadi dalam beberapa pekan terakhir semula Rp560 ribu/gram, sedangkan untuk harga emas 23 karat masih bertahan dengan harga Rp505 ribu per gramnya," ucapnya di Buntok, Kamis.

Begitu juga dengan harga emas 22 karat juga masih tetap bertahan dengan harga Rp395 ribu dalam per gram.

Disebutkan, untuk harga barang strategis lainnya di Kota Buntok seperti harga besi juga mengalami kenaikan dari seperti besi berdiameter 6 mili meter dari Rp 26 ribu menjadi Rp 33 ribu, besi 8, dari Rp 42 ribu menjadi Rp 55 ribu, besi 10 dari Rp 62 ribu menjadi Rp 77 ribu per batangnya.

"Harga besi 12 juga mengalami kenaikan, dari Rp 85 ribu menjadi Rp 125 ribu/batangnya, besi 13 mengalami kenaikan Rp 25 ribu dari Rp 110 ribu menjadi Rp 135 ribu/batangnya, dan besi berdiameter 16 harganya juga melonjak dari Rp 160 ribu menjadi Rp 215 ribu/batangnya," jelasnya.

Demikian halnya dengah harga bata merah kata dia, juga mengalami kenaikan dari Rp 8 ribu menjadi Rp 9 ribu per buahnya, batako dari 2.200 menjadi Rp 2.300, dan bata putih masih bertahan dengan harga Rp 14 ribu per buahnya.

Sementara untuk harga semen berbagai merk mengalami kenaikan dari Rp 59 ribu menjadi Rp 60 ribu/saknya.

"Untuk harga semen merk Konch dari Rp 49 mengalami kenaikan Rp 1 ribu menjadi Rp 50 ribu dalam per saknya," kata Kabid Perdagangan pada Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM Barito Selatan itu.

Ia menyampaikan, pihaknya akan terus melakukan pemantauan harga barang strategis, dan bahan pokok dalam setiap minggunya, dan laporannya akan disampaikan kepada pihak Kementrian Perdagangan Republik Indonesia.



Pewarta :
Editor: Zaenal A.
COPYRIGHT © ANTARA 2026